- Perayaan Imlek otentik di Palembang dapat ditemukan di vihara-vihara tua kawasan 10 Ulu dan 16 Ilir yang lebih khusyuk.
- Pengalaman budaya lokal didapat dari pasar Imlek dadakan serta menyaksikan pertunjukan barongsai di lorong perkampungan Tionghoa.
- Rumah Kapitan menawarkan latar sejarah akulturasi budaya Tionghoa-Melayu, berbeda dari keramaian populer Pulau Kemaro.
SuaraSumsel.id - Setiap Imlek, nama Pulau Kemaro selalu jadi primadona. Ribuan warga memadati pulau di tengah Sungai Musi itu untuk berdoa, menikmati lampion, hingga berburu foto berlatar pagoda merah yang ikonik.
Tapi tunggu dulu. Kota Palembang ternyata menyimpan banyak sudut perayaan Imlek yang tak kalah semarak, lebih intim, bahkan terasa jauh lebih otentik. Jika Anda ingin merasakan atmosfer yang berbeda dan tidak sekadar mengikuti arus keramaian, lima lokasi ini bisa jadi pilihan.
Siap menjelajah sisi lain Imlek di Palembang?
1. Vihara-vihara Tua di Kawasan 10 Ulu dan 16 Ilir
Di balik padatnya kawasan 10 Ulu dan 16 Ilir, berdiri vihara-vihara tua yang menjadi saksi sejarah panjang komunitas Tionghoa di Palembang. Salah satu yang dikenal adalah Vihara Soei Goeat Kiong, yang kerap dipenuhi umat saat malam menjelang pergantian tahun Imlek.
Aroma hio yang mengepul, denting lonceng sembahyang, dan lampion merah yang menggantung rendah menciptakan suasana sakral sekaligus hangat. Berbeda dengan Pulau Kemaro yang cenderung meriah dan terbuka, perayaan di vihara tua terasa lebih khusyuk dan personal.
Bagi pemburu foto, detail ukiran kayu dan ornamen naga di bangunan tua ini menghadirkan latar yang kuat secara visual.
2. Pasar Imlek Dadakan yang Penuh Warna
Menjelang Imlek, beberapa sudut kota berubah menjadi pasar musiman. Di sekitar 16 Ilir dan lorong-lorong kecil kawasan pecinan, pedagang menjajakan lampion, amplop angpao, lilin merah besar, hingga kue keranjang.
Tidak sebesar pusat perbelanjaan modern, tetapi justru di sinilah sensasi berburu perlengkapan Imlek terasa lebih hidup. Harga bisa ditawar, obrolan hangat mengalir, dan aroma kue tradisional memenuhi udara.
Bagi warga lokal, inilah momen nostalgia. Bagi wisatawan, ini pengalaman budaya yang lebih membumi.
Baca Juga: Dari 4 Jam ke 1 Jam: Rahasia Konektivitas Baru Sumsel yang Bergantung pada Jembatan Musi V
3. Jejak Sejarah di Rumah Kapitan
Tak banyak yang tahu bahwa Rumah Kapitan menjadi salah satu spot menarik saat Imlek. Rumah panggung kayu berusia ratusan tahun ini dulunya merupakan kediaman pemimpin komunitas Tionghoa di Palembang.
Saat Imlek, dekorasi merah dan emas sering menghiasi sudut-sudut bangunan. Perpaduan arsitektur Tionghoa dan Melayu menciptakan latar yang unik dan estetik.
Berkunjung ke sini bukan sekadar berfoto, tetapi juga memahami sejarah panjang akulturasi budaya di Kota Palembang.
4. Barongsai yang Menyusuri Gang Sempit
Jika selama ini Anda hanya menyaksikan barongsai di mal, cobalah datang ke kawasan perkampungan Tionghoa lama. Di lorong-lorong sempit sekitar Sayangan atau 7 Ulu, barongsai kerap tampil dari rumah ke rumah.
Suasana terasa lebih dekat. Anak-anak berlari mengikuti irama tambur, warga berdiri di depan pintu membawa angpao, dan tepuk tangan bergema di gang kecil.
Inilah wajah Imlek yang hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar pertunjukan komersial.
Tag
Berita Terkait
-
10 Spot Foto Estetik untuk Liburan Low Budget ala Gen Z Palembang, Nomor 4 Lagi Viral
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
35 Tempat Wisata Palembang Terbaru & Terhits 2025: Dari Kafe Estetik Hingga Hidden Gem
-
Bosan ke Mal? Coba 5 Tempat Nongkrong Hidden Gem di Palembang Buat Liburan Seru
-
7 Hidden Gem Wisata Palembang yang Jarang Diketahui Tapi Instagramable Banget!
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Money Changer Tersedia di Bandara hingga Perbatasan, Tukar Valas Makin Praktis
-
Terungkap Isi Lapas Cibinong: 13 Rumah Dinas Belum Tercatat, Ada Kulkas Berisi Miras
-
Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air