Tasmalinda
Minggu, 25 Januari 2026 | 20:55 WIB
ilustrasi kapal tenggelam ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Baca 10 detik
  • Nelayan bernama Khoirudin (40) di Pesisir Barat, Lampung, ditemukan tewas setelah perahunya terbalik akibat mesin mati saat kembali melaut.
  • Pencarian korban dilakukan tim SAR gabungan dan nelayan setempat sejak Sabtu pagi hingga jasad ditemukan pukul 07.30 WIB.
  • Rekan korban selamat, namun Khoirudin sempat hilang terbawa arus laut, dan operasi SAR resmi dihentikan setelah penemuan jenazah.

SuaraSumsel.id - Seorang nelayan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, ditemukan tewas setelah perahu yang digunakannya terbalik saat melaut. Penemuan jasad korban sekaligus mengakhiri pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan sejak korban dilaporkan hilang di laut.

Korban diketahui bernama Khoirudin (40). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB di perairan tidak jauh dari lokasi kejadian. Proses pencarian melibatkan nelayan setempat bersama tim SAR yang menyisir area laut berdasarkan perhitungan titik hanyut korban.

Peristiwa nahas itu bermula ketika Khoirudin melaut bersama seorang rekannya pada Sabtu pagi. Saat perahu mereka hendak kembali ke daratan, mesin kapal tiba-tiba mengalami gangguan dan mati. Dalam kondisi tersebut, perahu tidak mampu melawan arus laut hingga akhirnya terbalik.

Rekan korban berhasil menyelamatkan diri setelah ditolong nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi. Namun Khoirudin sempat dinyatakan hilang dan terbawa arus, sehingga memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

Komandan Pos SAR Tanggamus, Robi Rusli, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan mengacu pada rencana operasi SAR serta analisis SAR Map Prediction untuk memperkirakan arah pergerakan korban di laut. Setelah jasad korban ditemukan, operasi pencarian resmi dihentikan.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi serta diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Robi.

Jenazah Khoirudin kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko keselamatan yang dihadapi nelayan saat melaut, terutama ketika terjadi gangguan mesin atau perubahan kondisi laut secara tiba-tiba.

Pihak SAR dan instansi terkait kembali mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta informasi cuaca sebelum berangkat melaut. Keselamatan, ditegaskan, harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut.

Baca Juga: 3 Rest Area di Tol Palembang - Lampung untuk Istirahat Nyaman Saat Perjalanan Jauh

Load More