- Kejaksaan Negeri Banyuasin menetapkan mantan bendahara PMI pada 9 Desember 2025 atas dugaan korupsi dana hibah Rp325,3 juta.
- Kasus di Banyuasin ini mengikuti pola penyimpangan dana PMI sebelumnya di Palembang, Muara Enim, dan Ogan Ilir.
- Rangkaian kasus menunjukkan kelemahan pengawasan internal dan audit rutin pada organisasi Palang Merah Indonesia daerah.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan korupsi dana hibah Palang Merah Indonesia (PMI) di Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan setelah Kejaksaan Negeri Banyuasin menetapkan mantan bendahara PMI Banyuasin, Wardiah, sebagai tersangka pada 9 Desember 2025.
Kasus Banyuasin ini adalah yang terbaru, menambah daftar panjang penyimpangan dana PMI di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam kasus terbaru tersebut, penyidik menemukan adanya kegiatan fiktif dan mark-up dalam laporan pertanggungjawaban dana hibah PMI periode 2019–2021. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp325,3 juta dari total hibah sekitar Rp800 juta. Meski dana kerugian telah dikembalikan tersangka, proses hukum tetap berjalan dan penyidik membuka kemungkinan adanya tersangka tambahan.
Kasus ini memperkuat pola yang sebelumnya sudah terlihat di daerah lain. Salah satunya adalah PMI Kota Palembang, yang lebih dulu mencuat melalui proses persidangan Tipikor. Mantan Wakil Wali Kota Palembang sekaligus mantan Ketua PMI Palembang, Fitrianti Agustinda, bersama suaminya Dedi Sipriyanto, telah menjadi terdakwa dalam perkara penyalahgunaan dana Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD).
Jaksa menilai ada pengalihan dana PMI untuk kepentingan pribadi, dengan nilai kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp4 miliar dalam periode 2020–2023.
Selain Palembang, penyidik juga pernah menangani penyimpangan dana PMI di Muara Enim, yang melibatkan bendahara atau pegawai UDD sebagai tersangka dalam kasus BPPD. Modusnya serupa yakni dokumen pertanggungjawaban tidak autentik dan pencatatan yang tidak sesuai fakta.
Di Ogan Ilir, kasus penggunaan dana hibah PMI bahkan sudah mencapai tahap putusan. Persidangan mengungkap adanya pemalsuan tanda tangan, laporan kegiatan tidak sesuai realisasi, dan penggunaan anggaran tanpa dukungan bukti lengkap.
Rangkaian kasus di Banyuasin, Palembang, Muara Enim, dan Ogan Ilir memperlihatkan pola kelemahan yang sama: pengawasan internal PMI kabupaten/kota tidak berjalan optimal, laporan keuangan bisa disusun tanpa verifikasi silang, dan mekanisme audit tidak dilakukan secara rutin maupun menyeluruh.
Banyak kasus baru terungkap setelah kejaksaan turun tangan, bukan dari proses audit internal organisasi.
Baca Juga: Sumsel Terancam Hujan Lebat 5 Hari ke Depan, BMKG: Banjir hingga Angin Kencang Perlu Diwaspadai
Kasus Banyuasin sebagai yang terbaru semakin menegaskan perlunya reformasi tata kelola PMI daerah, terutama dalam pengelolaan dana hibah dan BPPD. Transparansi, audit reguler, pembagian fungsi keuangan, serta pengawasan berbasis sistem menjadi kebutuhan mendesak agar dana yang seharusnya menopang layanan kemanusiaan tidak lagi bocor akibat praktik penyimpangan.
Dengan penyidikan Banyuasin yang masih berjalan, publik menunggu apakah kasus terbaru ini akan membuka keterlibatan pihak lain dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana PMI di Sumatera Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
Dana Hibah Menguap, Bendahara PMI Banyuasin Ditahan! Jaksa: Ada Kegiatan Fiktif
-
Cek Fakta: Warga Diiming-Imingi Bansos Rp2 Juta lewat Link Online, Benarkah dari Kemensos?
-
Teras Kapal BRI Hadirkan Layanan Perbankan ke Pesisir dan Kepulauan
-
20 Link DANA Kaget Hari Ini: Buruan Klaim Saldo Gratis Sebelum Kuota Habis!
-
5 Finishing Powder untuk Mengunci Makeup agar Tetap Matte Seharian
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh
-
Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka
-
Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor
-
PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi
-
Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran