- Harga emas di Palembang naik tajam Rp400 ribu per suku akibat gejolak global konflik Timur Tengah.
- Lonjakan permintaan memicu penipisan stok emas, bahkan layanan pemesanan terpaksa dihentikan sementara.
- Kenaikan harga dipicu pergerakan modal global menuju emas sebagai aset aman (safe haven) investasi.
SuaraSumsel.id - Harga emas di Palembang kembali melejit tajam, menyentuh kenaikan sekitar Rp400 ribu per suku hanya dalam satu hari perdagangan. Lonjakan ini langsung memicu perburuan emas oleh masyarakat, di tengah gejolak global yang dipicu oleh serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Para pedagang di sejumlah butik emas di ibu kota Sumatera Selatan melaporkan minat beli yang luar biasa tinggi, baik untuk perhiasan maupun emas batangan ukuran kecil maupun besar. Akibatnya, stok emas cepat habis, bahkan layanan pemesanan (pre order) terpaksa ditutup sementara untuk menunggu kiriman baru.
“Permintaan meningkat drastis sejak awal pekan ini. Warga datang dari berbagai penjuru kota untuk membeli emas sebagai pelindung nilai,” ujar salah satu penjual emas di pusat perbelanjaan Palembang.
Para analis menyebut bahwa kenaikan harga emas bukan sekadar fenomena lokal, melainkan dipicu oleh arah aliran modal global yang beralih ke aset aman (safe haven) akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pasar internasional mencatat bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran termasuk laporan tentang berakhirnya nyawa pemimpin tertinggi Iran — telah menciptakan ketidakpastian besar di pasar global.
Ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong investor di seluruh dunia untuk memindahkan kekayaan mereka ke instrumen yang lebih stabil, dan emas menjadi salah satu pilihan utama. Hal ini tercermin dari kenaikan harga emas dunia yang telah mencapai rekor dalam beberapa hari terakhir, dengan harga spot emas internasional naik lebih dari 2 % dan mencapai level tertinggi dalam beberapa pekan.
Di pasar lokal Palembang, dampaknya terasa langsung. Harga emas per suku mengalami lonjakan cukup signifikan dalam hitungan jam. Pergerakan ini menyebabkan masyarakat dari investor kecil hingga penabung tradisional berlomba untuk mengamankan aset mereka sebelum harga “semakin tak terjangkau”.
“Kalau hari ini kita tidak beli, besok harganya bisa tambah mahal lagi,” kata seorang pembeli emas yang ditemui di kawasan pertokoan.
Secara historis, emas populer di saat krisis karena nilainya cenderung stabil bahkan saat pasar saham atau komoditas lain jatuh. Ketika risiko global meningkat seperti ancaman terhadap pasokan energi atau gangguan perdagangan internasional akibat konflik, investor besar maupun individu beralih ke emas untuk melindungi modalnya dari kerugian yang lebih besar.
Di samping itu, sentimen pasar menjadi semakin rentan ketika konflik juga berdampak pada harga minyak dan logistik global, menambah lapisan ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3, Kekalahan dari Sumsel United Jadi Penentu Musim
Pakar keuangan menyarankan agar pembeli berhati-hati. Meskipun emas bisa menjadi lindung nilai jangka panjang, volatilitas harga tetap tinggi saat krisis politik dan militer semacam ini. Bagi masyarakat umum, ini berarti waktu membeli bisa memengaruhi nilai investasi secara signifikan.
Berita Terkait
-
Jadwal Imsak Palembang 2 Maret 2026: Waktu Sholat Lengkap & Doa Niat Puasa Ramadan
-
Jadwal Buka Puasa Palembang Hari Ini 1 Maret 2026: Jam Maghrib dan Waktu Sholat Lengkap
-
Jadwal Imsak Palembang 27 Februari 2026: Waktu Sahur & Buka Puasa Lengkap
-
98 PHL Dishub Palembang Tiba-Tiba Dirumahkan Jelang Ramadhan, Apa Penyebabnya?
-
Jadwal Buka Puasa Palembang Hari Ini, 26 Februari 2026: Catat Jam Maghrib dan Doa Berbuka
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional