- Larangan truk batu bara melintas di jalan umum Sumatera Selatan berlaku resmi mulai 1 Januari 2026.
- Meskipun larangan berlaku, truk batu bara masih terlihat beroperasi terutama pada jam sore hingga malam hari.
- Truk masih menggunakan jalan umum karena infrastruktur jalan khusus angkutan tambang dinilai belum sepenuhnya siap.
SuaraSumsel.id - Larangan truk angkutan batu bara melintas di jalan umum Sumatera Selatan resmi berlaku sejak 1 Januari 2026. Aturan ini dimaksudkan untuk mengakhiri masalah klasik: kemacetan, kerusakan jalan, dan ancaman keselamatan pengguna jalan.
Namun, di lapangan, truk batu bara masih saja terlihat melintas. Kondisi ini memicu tanda tanya publik: apakah aturan benar-benar berjalan? Berikut 8 fakta penting yang merangkum situasi di lapangan.
1. Larangan Resmi Berlaku Sejak Awal 2026
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan larangan penggunaan jalan umum untuk angkutan batu bara mulai 1 Januari 2026. Truk tambang diwajibkan beralih ke jalan khusus, jalur kereta api, atau moda alternatif yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
2. Truk Masih Terlihat Melintas di Jalan Umum
Meski larangan sudah berlaku, warga masih menemukan truk batu bara melintas di sejumlah ruas jalan umum. Fenomena ini tidak bersifat insidental, melainkan berulang dalam beberapa hari pertama penerapan aturan.
3. Jam Sore hingga Malam Jadi Waktu Favorit
Pengamatan warga menunjukkan truk lebih sering beroperasi mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari. Jam-jam ini dinilai sebagai waktu dengan pengawasan lebih longgar dibandingkan pagi atau siang hari.
4. Titik Rawan Jadi Sorotan Publik
Salah satu lokasi yang kerap disebut warga adalah Simpang Maung. Titik ini menjadi sorotan karena seharusnya steril dari angkutan tambang, namun masih terlihat aktivitas truk batu bara melintas.
5. Pengusaha Sejak Awal Minta Aturan Bertahap
Sebelum larangan diberlakukan penuh, pengusaha batu bara melalui asosiasi telah meminta agar kebijakan diterapkan secara bertahap. Alasannya, kesiapan infrastruktur jalan khusus dinilai belum sepenuhnya memadai untuk menampung seluruh angkutan.
6. Jalan Khusus Belum Sepenuhnya Siap
Keterbatasan jalan khusus pertambangan menjadi dalih utama masih digunakannya jalan umum. Sejumlah perusahaan mengklaim jalur alternatif belum tersambung secara utuh dari area tambang ke pelabuhan atau titik bongkar muat.
7. Penegakan Hukum Dipertanyakan
Publik mulai mempertanyakan konsistensi penegakan aturan. Larangan sudah berlaku, namun sanksi di lapangan belum terlihat memberikan efek jera, terutama pada hari-hari awal implementasi kebijakan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ganti Baju! Ini Aturan Baru Seragam ASN 2026 yang Diterapkan di Sumsel
8. Efektivitas Aturan Kini Diuji Publik
Situasi ini menempatkan kebijakan larangan truk batu bara pada ujian kepercayaan publik. Warga mendukung tujuan aturan, tetapi menunggu bukti konkret bahwa jalan umum benar-benar steril dari angkutan tambang, bukan sekadar larangan di atas kertas.
Larangan truk batu bara di Sumatera Selatan kini bukan hanya soal regulasi, tetapi soal konsistensi dan keberanian penegakan. Selama truk masih melintas meski dilarang, pertanyaan tentang efektivitas aturan ini akan terus bergema di ruang publik.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Ganti Baju! Ini Aturan Baru Seragam ASN 2026 yang Diterapkan di Sumsel
-
Larangan Truk Batu Bara Berlaku, Tapi Masih Melintas: Efektifkah Aturan Gubernur?
-
BSB Kembali Terbaik Nasional, Pertahankan Peringkat Pertama SLE Index 2026
-
Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat
-
Mulai Besok Berlaku, Sumsel Resmi Tutup Jalan Umum untuk Truk Batu Bara, Akankah Dipatuhi?
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Kasih Diskon Takjil 40 Persen, Ini 5 Langkah Mudah untuk Nikmatinya
-
5 Fakta Remaja Perempuan Diperkosa 2 Oknum Polisi di Jambi, Pupus Harapan Jadi Polwan!
-
Jadwal Buka Puasa Palembang 21 Februari 2026 Lengkap Waktu Magrib dan Salat Isya Hari Ini
-
Bank Sumsel Babel Gas Promo Ramadhan, Diskon 40 Persen Bikin Ngabuburit Makin Seru
-
Mengapa 15 Warga Sumsel Bisa Lolos ke Kamboja Tanpa Prosedur Resmi?