- Kesalahan umum terjadi karena pengguna kurang memahami karakter pembeda kartu kredit dan QRIS saat bertransaksi.
- Kartu kredit ideal untuk transaksi bernilai besar karena menawarkan proteksi fraud, sementara QRIS dominan untuk transaksi kecil.
- Memilih metode pembayaran yang salah dapat berdampak pada biaya tambahan, kegagalan transaksi, atau hilangnya kesempatan reward.
SuaraSumsel.id - Di tengah berkembangnya ekosistem pembayaran digital, banyak orang merasa bebas memilih metode transaksi apa pun—kartu kredit atau QRIS—tanpa berpikir panjang. Padahal, keputusan kecil ini bisa berdampak besar pada pengeluaran, keamanan, hingga kecepatan transaksi. Kesalahan memilih metode pembayaran sering terjadi bukan karena kurangnya fitur, tetapi karena pengguna tidak memahami karakter masing-masing.
Tren pembayaran digital dalam dua tahun terakhir menunjukkan perubahan perilaku. QRIS semakin mendominasi transaksi kecil di warung dan UMKM, sementara kartu kredit tetap kuat untuk pembayaran besar dan memberikan reward tambahan. Namun, tidak sedikit pengguna yang keliru memakainya, sehingga justru dikenai biaya tambahan atau menghadapi transaksi gagal.
Berikut lima momen yang paling sering membuat pengguna salah memilih metode pembayaran antara kartu kredit dan QRIS.
1. Belanja Nilai Besar Tapi Pakai QRIS
Pembayaran besar seperti gadget atau barang elektronik lebih aman menggunakan kartu kredit karena memiliki proteksi fraud dan fasilitas chargeback. Menggunakan QRIS untuk transaksi belanja besar justru membuatmu kehilangan opsi pengamanan tambahan.
2. Beli Kebutuhan Harian Tapi Pakai Kartu Kredit
Untuk belanja kecil seperti kopi, camilan, atau kebutuhan harian, QRIS jauh lebih praktis dan tanpa biaya tambahan. Menggunakan kartu kredit membuat transaksi menjadi kurang efisien dan bisa memicu kebiasaan overspending.
3. Transaksi di Warung Tapi Mengandalkan Mesin EDC
Warung kecil sering tidak memiliki mesin EDC atau perangkatnya bermasalah. Memaksa pakai kartu kredit justru memperlambat antrean. QRIS jauh lebih cepat dan stabil digunakan untuk transaksi mikro seperti ini.
4. Pakai QRIS Saat Sinyal Sedang Lemah
Transaksi QRIS membutuhkan koneksi yang stabil. Jika sinyal lemah, pembayaran bisa gagal atau tertunda. Dalam kondisi ini, kartu kredit lebih stabil karena tidak membutuhkan koneksi internet pada sisi pengguna.
5. Kejar Cashback tapi Lupa Baca Syarat & Ketentuan
Kartu kredit biasanya menawarkan reward, poin, atau cashback, tetapi banyak pengguna salah memilih merchant atau nominal transaksi. Akibatnya, cashback tidak masuk. Di sisi lain, QRIS sering punya promo khusus untuk UMKM yang tidak dimanfaatkan.
Memahami kelebihan dan kelemahan masing-masing metode pembayaran membantu kamu menghindari biaya tidak perlu dan menjaga pengalaman transaksi tetap lancar. Kartu kredit dan QRIS tidak harus saling menggantikan, tetapi bisa saling melengkapi bila digunakan di situasi yang tepat.
Baca Juga: 2 Wisata Palembang untuk Menjelajah Sejarah Tepi Musi bagi Pecinta Traveling
Tag
Berita Terkait
-
7 Modus Penipuan E-Wallet untuk Cegah Saldo Lenyap bagi Pengguna Harian
-
7 Etika QRIS untuk Cegah Antrian Macet di Warung Kecil bagi Anak Muda Cashless
-
Main Padel Makin Hemat, BRI Kasih Cashback Rp 100Ribu Pakai BRImo
-
Dari QRIS hingga Cross-Border, Digitalisasi Sistem Pembayaran BI Perkuat UMKM
-
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen, QRIS Jadi Game Changer UMKM
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
7 SD Swasta Terbaik di Seberang Ulu Palembang, Dekat LRT dan Biaya Masuknya Ramah di Kantong
-
Usai Totok Sirih Viral di Palembang, IDAI Sumsel Ingatkan Orang Tua Cerdas Pilih Pengobatan Anak
-
Fakta Kronologi Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Bermula dari Palembang
-
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Diduga Pasok Sumsel hingga Pulau Jawa
-
Euforia Investasi Anak Muda Meningkat, BI Ingatkan Bahaya Keputusan Finansial Emosional