-
Ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,42 persen pada triwulan II 2025, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan mobilitas masyarakat dan proyek strategis nasional.
-
Inflasi di Sumsel tetap terkendali dengan deflasi tipis pada Agustus 2025, sementara optimisme konsumen masih terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen di level 111,7. Namun, tren menurunnya porsi tabungan menunjukkan masyarakat lebih banyak mengalokasikan pendapatan untuk konsumsi dan cicilan.
-
Digitalisasi lewat QRIS menjadi motor baru ekonomi Sumsel dengan lebih dari 1 juta merchant dan 1,43 juta pengguna. Meski begitu, BI menyoroti ketimpangan karena mayoritas merchant masih terkonsentrasi di Palembang, sehingga perlu perluasan ke kabupaten/kota lain.
SuaraSumsel.id - Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada paruh pertama 2025 menunjukkan sinyal yang lebih kuat dibandingkan rata-rata nasional. Namun, di balik angka-angka itu, tersimpan tantangan pemerataan digitalisasi dan ketergantungan pada sumber daya alam yang masih tinggi.
Di hadapan para wartawan, Kepala BI Sumsel Bambang Pranomo memaparkan kondisi ekonomi terkini sekaligus strategi ke depan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Alhamdulillah, ekonomi Sumsel tetap solid. Pada triwulan II 2025 kita tumbuh 5,42 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional yang 5,12 persen. Ini menandakan pondasi ekonomi kita cukup kuat,” ujar Bambang, membuka paparannya dengan nada optimistis.
Menurut Bambang, kinerja perekonomian Sumsel ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan. “Pertambangan bahkan tumbuh di atas 24 persen. Ini menjadi energi tambahan bagi ekonomi Sumsel, meski ke depan kita harus hati-hati agar tidak terlalu bergantung pada komoditas mentah,” ujarnya menjelaskan.
Selain itu, geliat pembangunan infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan meningkatnya mobilitas masyarakat juga memberi dorongan signifikan. “Belanja masyarakat, terutama untuk rekreasi dan budaya, meningkat tajam pada periode liburan sekolah. Itu memberi efek pengganda ke berbagai sektor,” tambahnya.
Di sisi lain, stabilitas harga tetap terjaga. Pada Agustus 2025, Sumsel mencatat deflasi tipis 0,04 persen, ditopang kelebihan pasokan daging ayam, cabai, hingga beras. Secara tahunan, inflasi berada di level 3,04 persen—sedikit di atas nasional, namun masih dalam sasaran BI.
“Yang lebih penting, masyarakat masih optimis. Indeks Keyakinan Konsumen kita di September 2025 tercatat 111,7, artinya ekspektasi ke depan tetap positif. Hanya saja, ada tren menarik: porsi tabungan menurun ke 12,5 persen, masyarakat lebih banyak mengalokasikan penghasilan untuk konsumsi dan cicilan,” kata Bambang.
QRIS Jadi Game Changer
Bambang juga menyoroti akselerasi digitalisasi sebagai wajah baru ekonomi Sumsel. Hingga Agustus 2025, jumlah merchant QRIS di Sumsel mencapai 1,003 juta, dengan pengguna aktif lebih dari 1,43 juta orang.
Baca Juga: Asap Diduga dari Karhutla OKI, Warga Palembang Keluhkan Bau Menyengat di Malam Hari
“QRIS ini luar biasa, menjadi game changer bagi UMKM. Mereka bisa menerima pembayaran dengan mudah, cepat, dan aman. Namun, tantangan kita adalah pemerataan. Saat ini, lebih dari 55 persen merchant masih terkonsentrasi di Palembang,” ungkapnya.
Untuk menjawab tantangan itu, BI Sumsel menggencarkan program seperti Gebyar QRIS di Muara Enim dan OKU Selatan, serta meluncurkan QRIS Tap Mpos DAMRI. Tahun depan, roadshow digitalisasi akan diperluas ke kabupaten/kota lainnya.
Meski optimistis, Bambang mengingatkan bahwa pertumbuhan berbasis sumber daya alam (SDA) tidak cukup untuk jangka panjang. “Kita harus masuk ke fase transformasi dengan memperkuat SDM, mendorong hilirisasi, dan mengembangkan riset berbasis komoditas unggulan seperti sawit, karet, dan kopi,” katanya.
Menurutnya, investasi ke depan harus diarahkan pada industri berbasis teknologi dan inovasi, bukan sekadar ekstraksi SDA. “Kalau hanya mengandalkan batubara atau karet mentah, kita akan rentan. Hilirisasi adalah jawabannya,” tegasnya.
Target 2025: Pertumbuhan 5,6 Persen
Dengan berbagai strategi itu, BI memperkirakan ekonomi Sumsel di 2025 bisa tumbuh di kisaran 4,8–5,6 persen, dengan inflasi terkendali di target 2,5±1 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Asap Diduga dari Karhutla OKI, Warga Palembang Keluhkan Bau Menyengat di Malam Hari
-
Bank Sumsel Babel & Pemprov Sumsel Pecahkan Rekor Dunia, Ribuan Guru Belajar AI Serentak
-
BRImo Terbaru: Bayar QRIS Pakai Kartu Kredit BRI, Lebih Praktis & Fleksibel
-
Harga Tiket Sumsel United Resmi Dirilis, Termurah Rp15 Ribu Bisa Nonton Liga 2
-
UMKM Fashion Bandung Naik Kelas Berkat Dukungan Rumah BUMN BRI
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Banyak Kasus Anak Berawal dari Medsos Tanpa Pengawasan
-
Perjalanan BRILink Agen Bakauheni, Dari Keterbatasan Modal hingga Layani Kebutuhan Warga
-
Anne Avantie Berkolaborasi dengan BRI Hadirkan D'Kambodja Heritage Dapur Ndeso
-
Sinergi Digitalisasi dan Kearifan Lokal, Desa Tompobulu Tumbuh sebagai Desa Ekonomi Berkelanjutan
-
BRI Peduli Berbagi Bahagia, BRI Region 4 Palembang Salurkan Sembako untuk Warga dan Panti Asuhan