-
Analis Yunior DKSP BI, M. Dicky Kusnadi, menegaskan digitalisasi sistem pembayaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui QRIS, UMKM terbukti mampu naik kelas, konsumen lebih mudah bertransaksi, dan ekonomi daerah terdorong lebih inklusif.
-
QRIS telah diadopsi lebih dari 35 juta merchant di Indonesia, termasuk 1 juta di Sumsel, dan mulai diperluas ke level internasional lewat kerja sama cross-border dengan Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Jepang. Inovasi terbaru, QRIS Tap berbasis NFC, juga diuji coba pada moda transportasi publik.
-
BI menilai digitalisasi pembayaran mempercepat perputaran uang, memperkuat daya beli, sekaligus menyediakan data granular yang penting bagi kebijakan. Semua inisiatif ini diramu dalam BSPI 2030 untuk menopang visi Indonesia Emas 2045, dengan inklusi keuangan sebagai kata kunci.
SuaraSumsel.id - Di tengah pertemuan santai bersama awak media di Yogyakarta, Kamis (25/9/2025), Analis Yunior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), M. Dicky Kusnadi, mengurai kisah yang menggambarkan perubahan besar dalam cara masyarakat bertransaksi.
Bukan lagi sekadar soal pembayaran, tetapi tentang bagaimana digitalisasi sistem keuangan telah menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi inklusif.
“Digitalisasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui QRIS, kita melihat UMKM bisa naik kelas, konsumen lebih mudah bertransaksi, dan ekonomi daerah ikut terdorong,” ujar Dicky.
Dari Pedagang Bakso hingga Cross-Border Payment
Untuk menjelaskan dampak nyata QRIS, Dicky mengisahkan pengalaman seorang pedagang bakso di Balikpapan. Sebelum mengenal QRIS, omzet pedagang tersebut berkisar Rp2 juta per hari. Setelah menerima pembayaran lewat QRIS, omzetnya meningkat hingga Rp3 juta.
“Kemudahan transaksi membuat konsumen lebih nyaman, dan pedagang bisa melayani lebih cepat,” tuturnya.
Hingga 2025, jumlah merchant QRIS di Indonesia menembus 35 juta dengan volume transaksi yang terus meningkat pesat. Di Sumatera Selatan saja, lebih dari 1 juta merchant sudah terdaftar, meski sebagian besar masih terkonsentrasi di Palembang.
Tak berhenti di situ, BI juga memperluas cakupan QRIS ke tingkat internasional. Kolaborasi dengan Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Jepang memungkinkan wisatawan bertransaksi dengan lebih praktis.
“QRIS cross-border ini membuka peluang besar, baik bagi pariwisata maupun UMKM. Bayangkan wisatawan asing bisa membayar sate atau kopi di Palembang dengan aplikasi dompet digital dari negaranya,” kata Dicky.
Baca Juga: Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen, QRIS Jadi Game Changer UMKM
Transformasi digital tidak berhenti pada QRIS reguler. BI kini mendorong inovasi QRIS Tap berbasis teknologi Near Field Communication (NFC). Fitur ini memungkinkan pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin pembaca, mirip kartu elektronik, dan transaksi langsung tercatat.
Sejak Maret 2025, QRIS Tap diuji coba pada moda transportasi publik. “Dengan QRIS Tap, pembayaran lebih cepat, efisien, dan minim kontak. Ini bisa jadi solusi bagi transportasi massal yang menuntut kecepatan,” jelas Dicky.
Integrasi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga memperkuat ekosistem digital transportasi. Bagi kota seperti Palembang yang memiliki LRT, potensi adopsinya sangat besar.
Manfaat digitalisasi tidak berhenti pada sisi konsumen dan pedagang. Dari kacamata makroekonomi, BI menilai sistem pembayaran digital membawa efisiensi struktural. Transaksi real time mempercepat perputaran uang, memperbesar daya beli, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Lebih jauh lagi, data granular yang terkumpul dari jutaan transaksi digital memberikan informasi berharga bagi perumusan kebijakan. Pemerintah bisa lebih tepat sasaran dalam menyalurkan subsidi, memetakan kebutuhan daerah, hingga membaca pola konsumsi masyarakat.
“Digitalisasi membuat ekonomi bergerak lebih cepat, sekaligus memberi kami insight baru untuk mendesain kebijakan yang responsif,” ujar Dicky.
Berita Terkait
-
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,42 Persen, QRIS Jadi Game Changer UMKM
-
Serunya Pekan QRIS Nasional 2025, Palembang Makin Go Digital
-
Pekan QRIS Nasional 2025 di Sumsel: Naik LRT Cuma Rp80, Hadiah & Promo Bertebaran
-
BI Sumsel Punya Nahkoda Baru, Bambang Pramono Siap Jaga Harga dan Kembangkan UMKM
-
Libur Sekolah Bikin Harga Ayam Melejit, Begini Cara Sumsel Kendalikan Inflasi
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Rutin Menabung di Bank Sumsel Babel, Camat di Belitung Timur Ini Tak Sangka Raih Rp550 Juta
-
Kabel Tower Telkomsel Dicuri di OKU Selatan, Kenapa Infrastruktur Telekomunikasi Mudah Dibobol?
-
Perumahan Baru di Palembang Terus Bermunculan, Kenapa Jaringan Listrik Masih Jadi Keluhan?
-
Tari Perang Menteng, Hidupkan Kembali Perlawanan Palembang Melawan Belanda di Benteng Kuto Besak
-
Slank Puji Penonton Palembang, Konser HS Hey Slank Tetap Kondusif Meski Membludak