- Mantan Bendahara PMI Banyuasin, Wardiah, ditetapkan tersangka atas dugaan korupsi dana hibah 2019–2021.
- Dugaan penyimpangan dana hibah mencapai Rp325.362.572 melalui kegiatan fiktif dan kini telah dikembalikan.
- Kejaksaan Negeri Banyuasin mengisyaratkan adanya potensi tersangka baru dalam kasus penyelewengan dana kemanusiaan ini.
SuaraSumsel.id - Banyuasin kembali diguncang kasus korupsi yang menyita perhatian publik. Mantan Bendahara PMI Banyuasin, Wardiah, akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Kejaksaan Negeri Banyuasin menemukan serangkaian bukti kuat terkait dugaan penyimpangan dana hibah periode 2019–2021.
Tidak main-main, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp325.362.572. Dana itu diduga “menguap” melalui kegiatan fiktif dan mark-up laporan pertanggungjawaban yang sengaja direkayasa untuk memperbesar nilai pengeluaran.
Usai menjalani pemeriksaan intensif, Wardiah langsung ditahan dan dibawa ke Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang. Kejari menilai langkah ini penting agar proses hukum berjalan aman dan tanpa gangguan.
Namun yang paling menarik perhatian publik bukan hanya penahanannya. Kejaksaan mengungkap bahwa kerugian negara tersebut telah dikembalikan, tetapi tetap menegaskan bahwa pengembalian uang tidak menghapus perbuatan pidana.
Penyidik bahkan memberi sinyal bahwa kasus ini belum berakhir. Ada kemungkinan tersangka lain akan menyusul, mengingat alur pencairan dana hibah PMI melibatkan lebih dari satu pihak dan sejumlah dokumen masih dinilai janggal.
Warga Banyuasin pun mulai mempertanyakan mengenai siapa saja sebenarnya yang menikmati dana hibah PMI dan bagaimana mungkin dana untuk kemanusiaan bisa diselewengkan sedemikian rupa?
Kejari Banyuasin berjanji mengusut tuntas kasus ini. Publik kini menunggu babak berikutnya—apakah benar hanya satu orang yang bermain, atau justru ada jaringan yang selama ini bersembunyi di balik laporan “kegiatan kemanusiaan”?
Yang jelas, drama korupsi dana hibah PMI Banyuasin belum selesai.
Baca Juga: Sumsel Terancam Hujan Lebat 5 Hari ke Depan, BMKG: Banjir hingga Angin Kencang Perlu Diwaspadai
Tag
Berita Terkait
-
Ratusan Jamaah Umrah Nyaris Gagal Terbang Gara-gara Macet 6 Jam di Liku Endikat Pagaralam
-
Sumsel Terancam Hujan Lebat 5 Hari ke Depan, BMKG: Banjir hingga Angin Kencang Perlu Diwaspadai
-
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumsel, 10 Daerah Berisiko Longsor dan Banjir
-
Ada Apa dengan Solar Langka sampai Ratusan Sopir Truk Mengamuk di Kantor Gubernur Sumsel?
-
Kemana Mengalir Dana 99 Proyek Fiktif di Palembang? Publik Tunggu Nama Penerima Dana Sebenarnya
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap