- 4 Bangso Zuriat Palembang Darussalam menolak keras pembangunan RS dr. AK Gani tujuh lantai di kawasan BKB.
- Penolakan didasari kekhawatiran bangunan tinggi mengancam nilai sejarah dan keaslian kawasan Kraton Kuto Besak.
- Zuriat mengancam menggelar aksi massa besar dan menempuh jalur hukum jika proyek pembangunan tetap dilanjutkan.
SuaraSumsel.id - Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan gedung baru Rumah Sakit dr. AK Gani setinggi tujuh lantai di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) semakin memanas. Kali ini, penolakan datang dari 4 Bangso Zuriat Palembang Darussalam, yang menyatakan sikap tegas menolak proyek tersebut dan bahkan mengancam menggelar aksi besar turun ke jalan.
Para zuriat yang terdiri dari empat marga besar yakni Raden, Masagus, Kiagus, dan Kemas, sepakat bahwa kehadiran bangunan tinggi di kawasan BKB akan mengancam keaslian dan nilai sejarah yang melekat pada Kraton Kuto Besak sebagai simbol kejayaan Palembang tempo dulu.
Juru Bicara 4 Bangso, RM Iskandar Sulaiman, mengungkapkan bahwa pertemuan khusus telah digelar untuk merumuskan sikap resmi terkait proyek tersebut. Pertemuan tersebut juga dihadiri Tim Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang (Tim 11) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
“Jika proyek itu tetap dilanjutkan, kami siap menempuh langkah hukum maupun non-hukum. Termasuk aksi besar turun ke jalan dengan jumlah massa bisa mencapai ribuan orang,” ujar Iskandar usai pertemuan di kediamannya, Jalan KS Tubun, Lapangan Hatta Palembang, Minggu (30/11/2025).
Menurut Iskandar, pembangunan gedung tujuh lantai bukan hanya soal fasilitas kesehatan — tetapi ancaman langsung terhadap keberlanjutan BKB sebagai kawasan cagar budaya.
Iskandar menilai pembangunan gedung tinggi akan mengubah identitas visual BKB secara permanen, sekaligus menghilangkan karakter asli Kraton Kuto Besak yang menjadi sumber kebanggaan sejarah masyarakat Palembang.
“Jika bangunan tinggi berdiri di sana, BKB tidak lagi memiliki keaslian sebagai kawasan heritage. Ini ancaman nyata terhadap sejarah Palembang,” tegasnya.
Ia juga menyinggung langkah Kodam II/Sriwijaya yang dinilai tetap melanjutkan pembangunan tanpa melibatkan ahli kebudayaan.
“Seolah-olah nilai sejarah ini tidak penting. Padahal ini warisan leluhur yang tidak bisa diganti,” tambahnya.
Desakan untuk Menghentikan Pembangunan
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Meraih Platium Rating Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025
4 Bangso menegaskan tuntutannya: pembangunan gedung RS dr. AK Gani setinggi tujuh lantai di kawasan BKB harus dihentikan dan proses perencanaan harus dibuka dengan pelibatan ahli budaya dan zuriat Palembang.
Tim 11 dan TACB yang hadir dalam pertemuan juga sejalan, menyebut perlindungan total kawasan BKB harus menjadi prioritas sebelum keputusan pembangunan apa pun diambil.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kodam II/Sriwijaya terkait desakan penghentian pembangunan, sikap zuriat Palembang, maupun rencana aksi massa besar.
Publik kini menunggu.
Tag
Berita Terkait
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
Tak Sekadar Kota Pempek, Palembang Punya Tur Sejarah yang Bikin Merinding Bangga
-
Sultan Muda Dignation Run 2025 Bakal Pecah, Start Pindah ke BKB Palembang!
-
Warga Palembang Emosi, Willie Salim Tuduh 200 Kilogram Rendang di BKB Hilang
-
Viral Curhat Wisatawan Ungkap Pengalaman Tak Menyenangkan Saat di BKB
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
3.243 Kasus Kriminal Terungkap dalam Operasi Pekat Musi 2026, Apa yang Terjadi di Sumsel?
-
Warga Palembang Wajib Tahu! Jadwal Imsak 3 Maret 2026 dan Waktu Maghribnya
-
45 Tahun PTBA: Dari Jantung Tanjung Enim, Transformasi Energi dan Sinergi untuk Negeri Terus Menguat
-
Suhu Sumsel Tembus 35 Derajat Saat Ramadan, BMKG Beri Peringatan Ini untuk Warga
-
Keberangkatan Jemaah Umrah Asal Palembang Tetap Normal di Tengah Gejolak Timur Tengah