- Pada Selasa malam, 25 November 2025, pukul 20.30 WIB, sepasang pemilik ruko diserang perampok di Ilir Timur I, Palembang.
- Darma Kusuma tewas bersimbah darah, sedangkan istrinya, Yeni Kawi, mengalami luka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit.
- Polisi telah melakukan olah TKP dengan anjing pelacak dan menduga pelaku hanya berjumlah satu orang, motif masih diselidiki.
SuaraSumsel.id - Suasana malam Selasa, 25 November 2025, di kawasan ruko deretan Toko Kerupuk Suwandi, Jalan Pengadilan Lama, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, mendadak berubah menjadi tragedi mengerikan.
Sekitar pukul 20.30 WIB, pasangan suami-istri pemilik ruko itu yakni Darma Kusuma (52) dan istrinya Yeni Kawi (40) diduga diserang perampok.
Warga sekitar yang datang ke lokasi menyebut bahwa saat itu suasana semula biasa saja, hingga terdengar ribut dan keributan di dalam ruko. Dalam hitungan menit, suasana berubah kacau. Darma ditemukan dalam kondisi tewas bersimbah darah di dalam ruko.
Sementara Yeni, istrinya, berhasil diselamatkan, tetapi mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.
Tak lama setelah laporan, petugas dari Polda Sumatera Selatan bersama Polrestabes Palembang menuju lokasi. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) pun dilakukan, dengan pemasangan garis polisi dan penyisiran lokasi. Bahkan unit K-9 dengan anjing pelacak diterjunkan untuk menelisik jejak pelaku.
Di area garasi mobil dan bagian belakang ruko, polisi menemukan bercak darah, indikasi bahwa peristiwa kekerasan itu mungkin berlangsung tidak hanya di ruang dagang, tetapi juga merembet hingga area parkir. Warga yang berkerumun tampak cemas dan berbisik satu sama lain, seraya memperhatikan proses penyelidikan.
Sejauh ini, dari hasil olah TKP awal, polisi menduga pelaku adalah satu orang. Namun, penyidik belum merilis identitas atau status tersangka secara resmi. Mereka juga belum mempertegas barang apa saja yang raib, apakah uang, dagangan, atau aset lain, sehingga motif pasti masih dalam tahap penyelidikan.
Banyak warga mengaku khawatir terhadap nasib pemilik usaha kecil, apalagi jika malam pun tak lagi aman.
Polisi terus bekerja dengan memeriksa saksi, mengumpulkan barang bukti, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar. Publik pun menunggu apakah kapan pelaku akan ditangkap, dan seperti apa profilnya.
Baca Juga: Aturan Baru Solar Subsidi di Palembang: 14 SPBU Hanya Buka Jam Malam, 4 Langsung Ditutup
Hingga detik ini, kasus ini masih terbuka dan warga berharap keadilan ditegakkan secepatnya.
Tag
Berita Terkait
-
Terbongkar! Ini Motif Sadis Pelaku yang Habisi Nyawa Wanita Hamil di Hotel Palembang
-
Cemburu Buta, Polisi di Palembang Aniaya Mantan dan Arahkan Pistol ke Warga
-
Viral Cekcok Warga dan Polisi di Palembang, Netizen Geram dengan Kata Kasar AKP
-
Viral Terima Uang Tilang Rp350 Ribu, Begini Nasib Anggota Satlantas Polrestabes Palembang
-
Viral Polisi Cekcok Dan Pukul Polisi Militer yang Mengatur Lalu Lintas Jalan, Ini Kata Polda Sumsel
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?