-
Polisi mengungkap motif pembunuhan Anti Puspitasari karena pelaku sakit hati akibat ucapan korban.
-
Pelaku bernama Febrianto ditangkap di Banyuasin setelah melarikan diri dan ditembak di bagian kaki.
-
Pelaku dijerat Pasal 338 dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.
SuaraSumsel.id - Misteri di balik kematian tragis Anti Puspitasari (22), wanita muda yang ditemukan tewas di kamar hotel kawasan Palembang, akhirnya terungkap. Polisi memastikan pelaku pembunuhan kejam tersebut adalah Febrianto (22), seorang kenalan baru yang ditemuinya lewat aplikasi kencan daring. Dan kini, motif di balik perbuatan keji itu pun terkuak yakni hanya karena sakit hati akibat ucapan korban.
Tragedi yang sempat mengguncang publik Palembang itu bermula ketika Anti menginap bersama Febrianto di salah satu hotel. Rekaman CCTV menunjukkan keduanya datang berdua pada Jumat (10/10/2025) sore. Namun, hanya satu orang yang terlihat keluar dari kamar yakni Febrianto. Tak lama kemudian, pihak hotel menemukan Anti sudah tidak bernyawa, dengan kondisi tangan terikat, mulut tersumpal, dan leher terlilit.
Dalam pemeriksaan, Febrianto mengaku melakukan pembunuhan lantaran tersinggung oleh ucapan korban.
“Pelaku sakit hati karena perkataan korban yang dianggap menyinggung harga dirinya,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, saat konferensi pers di Mapolda Sumsel, Kamis (16/10/2025).
Ucapan itu, membuat pelaku kalap dan mencekik korban hingga tewas di tempat. Usai memastikan korban tak bernyawa, Febrianto langsung mengambil ponsel, motor, dan beberapa barang pribadi milik Anti. Ia sempat melarikan diri ke wilayah Desa Sidomulyo, Muara Padang, Banyuasin, sebelum akhirnya berhasil dibekuk petugas.
“Kami lakukan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku karena mencoba kabur saat ditangkap,” tambah Kombes Nandang.
Penyelidikan mengungkap bahwa Febrianto bukanlah mantan kekasih korban, melainkan teman baru yang dikenal lewat aplikasi kencan. Mereka baru saling berkomunikasi beberapa hari sebelum kejadian. Pertemuan di hotel tersebut merupakan pertemuan pertama mereka secara langsung yang berakhir dengan tragedi.
Kabar ini memicu kehebohan di media sosial, di mana banyak pengguna menyoroti sisi gelap dari hubungan yang berawal dari dunia maya. “Kasus ini jadi pengingat bahwa tidak semua yang kita temui di internet bisa dipercaya,” tulis salah satu warganet di kolom komentar unggahan berita tersebut.
Atas perbuatannya, Febrianto dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang pencurian disertai kekerasan. Ancaman hukumannya tidak main-main hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait apakah pelaku memiliki motif lain di luar emosi sesaat, termasuk kemungkinan unsur perampokan yang sudah direncanakan.
Baca Juga: Terkuak! Pembunuh Wanita Hamil di Hotel Bukan Mantan, Tapi Kenalan dari Aplikasi Kencan
Kematian Anti Puspitasari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Korban diketahui tengah mengandung saat peristiwa nahas itu terjadi.
Kini, publik menanti akhir dari proses hukum yang sedang berjalan. Sementara itu, kisah Anti menjadi pengingat pahit bahwa kepercayaan salah tempat di dunia maya bisa berujung maut.
Berita Terkait
-
Terkuak! Pembunuh Wanita Hamil di Hotel Bukan Mantan, Tapi Kenalan dari Aplikasi Kencan
-
Duel Ladang Cuan Jastip Palembang: Gengsi Bangkok vs Cepatnya Jakarta, Pilih Mana?
-
Detik-Detik Kapal Bermuatan 3.000 Ton Tenggelam di Sungai Musi, 10 Kru Selamat
-
Diterjang Arus Deras, Tugboat Mitra Kencana 10 Tenggelam di Sungai Musi Palembang
-
Tring! Bunyi Kecil dari Pegadaian yang Mengubah Cara Kita Menyimpan Harapan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi