- Video remaja menghirup lem di kawasan Jembatan Ampera Palembang viral dan memicu keprihatinan publik terkait masalah sosial perkotaan.
- Polrestabes Palembang menyisir lokasi pada 26 Mei 2026 dan mengamankan sejumlah anak untuk didata serta diberikan pembinaan humanis.
- Pihak kepolisian menegaskan perlunya kerja sama pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk melindungi anak dari penyalahgunaan zat adiktif tersebut.
SuaraSumsel.id - Di tengah ramainya aktivitas masyarakat di kawasan Jembatan Ampera Palembang, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah remaja diduga menghirup lem perekat jenis Aibon mendadak viral di media sosial.
Video yang diunggah akun Instagram “Abang Taun” itu langsung memicu perhatian publik. Bukan hanya karena lokasinya berada di ikon Kota Palembang, tetapi juga karena usia para remaja yang dinilai masih sangat muda.
Sebagian warga mengaku miris melihat fenomena tersebut. Di tengah wajah modern kota dan ramainya kawasan wisata Ampera, masih ada anak-anak yang diduga terpapar zat adiktif di ruang publik terbuka.
“Sedih lihatnya. Mereka masih usia sekolah, tapi sudah seperti kehilangan arah,” tulis salah satu warganet di media sosial.
Fenomena remaja jalanan menghirup lem sebenarnya bukan persoalan baru di kota-kota besar Indonesia. Namun kemunculannya kembali di kawasan Jembatan Ampera membuat publik mulai mempertanyakan kondisi sosial anak-anak perkotaan saat ini.
Mengapa anak-anak seusia itu bisa begitu mudah terpapar zat adiktif?
Pengamat sosial menilai persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Faktor lingkungan, lemahnya pengawasan keluarga, tekanan ekonomi, hingga kehidupan jalanan disebut menjadi penyebab utama remaja rentan terjerumus pada zat adiktif murah seperti lem perekat.
Lem Aibon sendiri kerap disalahgunakan karena mudah dibeli, murah, dan memberikan efek halusinasi sesaat ketika dihirup.
Di sisi lain, banyak masyarakat menilai ruang publik perkotaan kini semakin rentan menjadi tempat berkumpul anak-anak jalanan tanpa pengawasan memadai.
Baca Juga: Dekat Pabrik Pusri, Petani di Palembang Justru Mengeluh Pupuk Subsidi Sulit Didapat
Fenomena itu juga memunculkan ironi tersendiri. Jembatan Ampera selama ini dikenal sebagai simbol Kota Palembang dan kawasan wisata favorit masyarakat. Namun di balik keramaian tersebut, muncul potret lain tentang kehidupan remaja jalanan yang luput dari perhatian.
Merespons video yang viral, jajaran Polrestabes Palembang melalui Polsek Ilir Timur I langsung melakukan penyisiran di kawasan Pasar 16 Ilir dan bawah Jembatan Ampera pada Selasa (26/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anak di bawah umur diamankan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan awal.
Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, mengatakan penanganan dilakukan dengan pendekatan humanis dan mengedepankan perlindungan anak.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak keluarga agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur perlindungan anak,” ujarnya.
Polisi menyebut langkah cepat tersebut dilakukan agar anak-anak tidak semakin terjerumus pada lingkungan negatif maupun penyalahgunaan zat adiktif.
Berita Terkait
-
Dekat Pabrik Pusri, Petani di Palembang Justru Mengeluh Pupuk Subsidi Sulit Didapat
-
Perumahan Baru di Palembang Terus Bermunculan, Kenapa Jaringan Listrik Masih Jadi Keluhan?
-
Tari Perang Menteng, Hidupkan Kembali Perlawanan Palembang Melawan Belanda di Benteng Kuto Besak
-
Slank Puji Penonton Palembang, Konser HS Hey Slank Tetap Kondusif Meski Membludak
-
Warga Sumsel Mulai Takut Keluar Malam, Aksi Begal dan Kejahatan Jalanan Kembali Meresahkan
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Dari Pekarangan ke Merah Putih: Ketika Ketahanan Pangan Tak Lagi Cukup Sekadar Menanam
-
Dekat Pabrik Pusri, Petani di Palembang Justru Mengeluh Pupuk Subsidi Sulit Didapat
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Sumsel Siapkan Lompatan Ekonomi Baru lewat Task Force Investasi
-
Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga