-
Polda Bangka Belitung menenggelamkan ribuan knalpot brong hasil sitaan ke laut sebagai rumah ikan.
-
Knalpot yang dikumpulkan sejak 2017 itu dijadikan rumpon buatan bersama PT Timah Tbk.
-
Aksi ini menuai pertanyaan karena logam knalpot dikhawatirkan berpotensi mencemari ekosistem laut.
SuaraSumsel.id - Ribuan knalpot brong hasil sitaan Polda Bangka Belitung akhirnya menemukan “rumah baru”. Bukan di gudang barang bukti, melainkan di dasar laut. Sebanyak lebih dari 2.000 knalpot brong yang disita sejak 2017 hingga 2025 ditenggelamkan di perairan Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (10/11/2025).
Langkah ini dilakukan bersama PT Timah Tbk, dengan konsep inovatif: knalpot yang dulu mencemari udara dengan suara bising, kini diubah menjadi rumpon atau rumah ikan buatan untuk mendukung kelestarian biota laut. Lima unit rumpon berisi knalpot tersebut diturunkan satu per satu ke dasar laut menggunakan kapal.
Direktur Lalu Lintas Polda Babel, Kombes Pol Pringadhi, mengatakan kegiatan itu merupakan simbol kepedulian Polri terhadap lingkungan.
“Rumpon ini hasil penertiban knalpot brong. Daripada terbuang sia-sia, kita kumpulkan dan manfaatkan untuk laut,” ujarnya.
Namun, di balik ide ramah lingkungan ini, muncul sejumlah pertanyaan.
Beberapa pegiat lingkungan di Bangka Belitung menilai inisiatif tersebut perlu dikaji lebih dalam, terutama terkait potensi pencemaran logam berat dari bahan dasar knalpot seperti besi dan krom.
“Kalau tidak diproses dengan benar, logam berkarat itu justru bisa membahayakan terumbu karang alami,” kata salah satu aktivis lingkungan lokal yang enggan disebut namanya.
Secara ilmiah, penggunaan material logam bekas untuk membuat rumah ikan memang sudah pernah dilakukan di beberapa negara. Namun, bahan tersebut biasanya melalui proses pelapisan antikarat dan uji keamanan sebelum diturunkan ke laut.
Belum ada penjelasan resmi dari Polda Babel atau PT Timah terkait apakah knalpot yang ditenggelamkan sudah melalui proses serupa.
Baca Juga: 5 Kolaborasi Strategis Bank Sumsel Babel dan Kejati Babel: Wujudkan Tata Kelola yang Transparan
Di sisi lain, masyarakat nelayan di Sungailiat justru melihat kegiatan ini dari sudut pandang pragmatis.
“Kalau benar bisa jadi rumah ikan, ya bagus. Tapi jangan sampai laut jadi tempat buang barang bekas,” ujar Fikri, salah satu nelayan yang ikut menyaksikan prosesi penenggelaman.
Inisiatif Polda Babel ini bisa jadi langkah simbolik yang kreatif dalam mengubah barang sitaan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apakah lautan benar-benar diuntungkan, atau justru menanggung beban baru dari limbah logam
Tag
Berita Terkait
-
5 Kolaborasi Strategis Bank Sumsel Babel dan Kejati Babel: Wujudkan Tata Kelola yang Transparan
-
Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Serentak Bareng KPKNL Lahat untuk Tata Kelola Aset Transparan
-
5 Inspirasi dari Puncak HUT ke-68 Bank Sumsel Babel: Wujudkan Semangat Change to Accelerate
-
Rayakan HUT ke 68, Bank Sumsel Babel Hadirkan 5 Transformasi Lewat Semangat Change to Accelerate
-
HUT ke 68 Bank Sumsel Babel, Jajan Cuma Rp68 Pakai QRIS BSB Mobile
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi