Tasmalinda
Selasa, 11 November 2025 | 22:21 WIB
ilustrasi mobil listrik
Baca 10 detik
  • Wuling Air EV menjadi mobil listrik dengan biaya kepemilikan paling murah selama lima tahun.

  • BYD Dolphin dan Neta V-II menawarkan efisiensi tinggi dengan biaya perawatan rendah.

  • Hyundai Ioniq 5 dan MG4 EV tetap irit meski tergolong mobil listrik kelas menengah ke atas.

Estimasi total biaya kepemilikan: sekitar Rp 35–40 juta dalam 5 tahun. Cocok bagi pengguna yang mencari kenyamanan dan kemewahan tanpa takut tagihan perawatan membengkak.

4. MG4 EV — Hemat Energi dan Pajak Ringan

MG4 EV punya biaya operasional rendah berkat sistem motor listrik efisien dan baterai berkapasitas 51 kWh. Konsumsi dayanya hanya sekitar 13 kWh per 100 km, dan biaya servisnya tergolong murah, sekitar Rp 5 juta selama 5 tahun.

Pajak tahunannya pun ringan karena kendaraan listrik mendapat insentif dari pemerintah.

Estimasi total biaya kepemilikan: Rp 28–32 juta dalam 5 tahun. Ideal untuk pengguna keluarga muda yang ingin EV hemat tapi tetap berdesain modern.

5. Neta V-II — SUV Listrik Kompak yang Super Ekonomis

Pendatang baru Neta V-II sukses mencuri perhatian dengan biaya penggunaan yang irit dan teknologi canggih. Biaya pengisian dayanya hanya sekitar Rp 4 juta per tahun, sementara servis dan perawatan totalnya di bawah Rp 3 juta selama 5 tahun.

Dengan garansi baterai 8 tahun dan jarak tempuh 401 km, mobil ini efisien untuk harian maupun perjalanan luar kota.

Estimasi total biaya kepemilikan: sekitar Rp 23–25 juta. Mobil listrik ini jadi salah satu SUV paling hemat di kelasnya.

Baca Juga: Terungkap! 5 Pahlawan Tanpa Nama dari Sumsel yang Diam-Diam Ubah Arah Sejarah

Jika kamu bandingkan dengan mobil bensin yang rata-rata menelan biaya Rp 70–100 juta dalam 5 tahun (bensin + servis + pajak), mobil listrik benar-benar memberi penghematan besar.

Dengan biaya kepemilikan hanya sekitar Rp 15–40 juta dalam 5 tahun, kamu bukan hanya menghemat uang, tapi juga ikut mengurangi emisi karbon di udara.

Di era 2025, memilih mobil listrik bukan lagi soal gaya — tapi soal logika keuangan dan kesadaran lingkungan.

Load More