-
Mobil listrik bekas menawarkan harga lebih murah dibanding model baru.
-
Biaya operasional mobil listrik bekas tetap hemat dan garansi baterai masih berlaku.
-
Pembeli harus memeriksa kondisi baterai dan potensi penurunan performa sebelum membeli.
5. Ketersediaan Suku Cadang Masih Terbatas
Untuk beberapa merek seperti BYD atau Neta yang baru masuk pasar, ketersediaan spare part mungkin belum sebanyak mobil bensin.
Jika ada komponen elektronik yang rusak, waktu tunggunya bisa lebih lama. Namun, tren industri menunjukkan jaringan purna jual EV akan semakin luas sepanjang 2025.
6. Nilai Jual Kembali Masih Fluktuatif
Pasar mobil listrik bekas masih baru, jadi harga jualnya bisa berubah cepat. Beberapa model seperti Wuling Air EV cenderung stabil, tapi model baru seperti BYD Dolphin atau MG4 EV masih mencari titik harga pasar.
Bagi pembeli, ini bisa jadi peluang — tapi untuk penjual, bisa jadi tantangan.
7. Cocok untuk Pemakai Harian, Kurang Ideal untuk Perjalanan Jauh
Mobil listrik bekas tetap ideal untuk aktivitas harian dalam kota. Namun, karena sebagian besar punya jarak tempuh 250–400 km per charge, pengguna luar kota perlu perencanaan lebih matang.
Meski begitu, jaringan SPKLU yang makin luas membuat mobil listrik makin mudah digunakan ke mana pun.
Baca Juga: Terungkap! 5 Pahlawan Tanpa Nama dari Sumsel yang Diam-Diam Ubah Arah Sejarah
Membeli mobil listrik bekas di tahun 2025 bisa jadi langkah cerdas bagi kamu yang ingin menikmati teknologi ramah lingkungan dengan harga lebih hemat.
Namun, pastikan kamu cek kondisi baterai, riwayat servis, dan garansi pabrikan sebelum transaksi.
Jika dilakukan dengan teliti, mobil listrik bekas bisa jadi pilihan terbaik untuk menikmati masa depan kendaraan tanpa emisi — dengan harga yang masuk akal.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Biaya Servis Mobil Listrik yang Bikin Kaget: Ternyata Murah Banget
-
Dari Rp 300 Juta sampai Miliaran, Ini 7 SUV Listrik Paling Gagah dan Worth It di 2025
-
Tak Perlu Takut Hujan! Ini 7 Mobil Listrik dengan Ground Clearance Tinggi dan Aman Lewat Banjir
-
Gak Sampai Rp 500 Juta! Ini 7 Mobil Listrik Terbaik 2025 yang Paling Worth It Dibeli
-
6 Mobil Listrik dengan Audio Bawaan Premium yang Bikin Setiap Lagu Terasa Hidup
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah
-
QRIS Sumsel Tembus Rp14 Triliun, BI Jadikan Pariwisata dan UMKM Motor Ekonomi Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel