-
Mobil listrik bekas menawarkan harga lebih murah dibanding model baru.
-
Biaya operasional mobil listrik bekas tetap hemat dan garansi baterai masih berlaku.
-
Pembeli harus memeriksa kondisi baterai dan potensi penurunan performa sebelum membeli.
SuaraSumsel.id - Tren mobil listrik di Indonesia makin meluas, dan sekarang bukan cuma mobil baru yang diburu — mobil listrik bekas juga mulai ramai peminat. Harga yang lebih terjangkau jadi daya tarik utama, apalagi ketika beberapa model populer seperti Hyundai Ioniq 5, Wuling Air EV, dan BYD Dolphin sudah mulai masuk pasar second.
Namun, sebelum buru-buru membeli, kamu perlu tahu bahwa mobil listrik bekas punya kelebihan sekaligus risiko tersendiri.
Berikut 7 keuntungan dan kerugian membeli mobil listrik bekas di tahun 2025 agar kamu bisa lebih bijak menentukan pilihan.
1. Harga Turun Signifikan Dibanding Baru
Mobil listrik bekas kini bisa lebih murah 20–40 persen dari harga barunya.
Contohnya, Hyundai Ioniq 5 yang baru dibanderol Rp 800 jutaan, di pasar bekas kini bisa ditemukan di kisaran Rp 550–600 juta.
Bagi pembeli pertama EV, ini jelas peluang menarik untuk mencicipi teknologi listrik tanpa menguras kantong.
2. Biaya Operasional Tetap Rendah
Keuntungan besar lainnya adalah biaya operasional tetap hemat. Mobil listrik bekas tetap bebas dari biaya bensin, tidak perlu ganti oli, dan minim servis rutin.
Bahkan mobil bekas pun masih menghabiskan listrik sekitar Rp 60.000–80.000 per 300 km, jauh lebih murah dari bahan bakar konvensional.
Baca Juga: Terungkap! 5 Pahlawan Tanpa Nama dari Sumsel yang Diam-Diam Ubah Arah Sejarah
3. Banyak Garansi Baterai Masih Berlaku
Rata-rata pabrikan memberi garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km.
Artinya, mobil listrik bekas berumur 2–3 tahun masih terlindungi garansi penuh untuk baterai dan sistem kelistrikan.
Selama pemilik pertama merawatnya dengan baik, kamu bisa mendapat EV yang masih sangat layak pakai.
4. Risiko Penurunan Performa Baterai
Kerugiannya, daya tahan baterai bisa menurun seiring waktu. Jika kapasitasnya turun 10–15 persen, jarak tempuh juga otomatis berkurang.
Penting untuk selalu minta hasil battery health check sebelum membeli agar tahu kondisi sebenarnya.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Biaya Servis Mobil Listrik yang Bikin Kaget: Ternyata Murah Banget
-
Dari Rp 300 Juta sampai Miliaran, Ini 7 SUV Listrik Paling Gagah dan Worth It di 2025
-
Tak Perlu Takut Hujan! Ini 7 Mobil Listrik dengan Ground Clearance Tinggi dan Aman Lewat Banjir
-
Gak Sampai Rp 500 Juta! Ini 7 Mobil Listrik Terbaik 2025 yang Paling Worth It Dibeli
-
6 Mobil Listrik dengan Audio Bawaan Premium yang Bikin Setiap Lagu Terasa Hidup
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah
-
PHR dan Kejaksaan Agung Kawal Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM
-
Dari Energi untuk Negeri, Kilang Plaju Hadirkan Harapan Dengan Donor Darah
-
Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?