-
Ustaz Abdul Somad menulis pesan haru tentang Gubernur Riau Abdul Wahid yang terjerat OTT KPK.
-
Unggahan UAS memicu perdebatan karena dinilai sebagai doa tulus sekaligus pembelaan halus.
-
Publik terbelah antara melihat pesan itu sebagai bentuk empati atau dukungan terselubung.
SuaraSumsel.id - Di tengah gemuruh politik dan kabar penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), muncul suara yang menenangkan sekaligus memancing tafsir: suara Ustaz Abdul Somad (UAS).
Melalui unggahan panjang di media sosial, dai asal Riau itu menulis kisah hidup sahabatnya, dari anak yatim di kampung Simbar, Indragiri Hilir, hingga menjadi pemimpin provinsi kaya migas.
Namun yang paling ramai diperbincangkan publik bukan kisah masa lalunya, melainkan nada unggahan UAS yang dianggap sebagian orang sebagai pembelaan halus di tengah badai hukum.
UAS Tulis: “Laut Politik dengan Angin Kencang, Karang Tajam, Ombak Menghempas”
Unggahan UAS yang diunggah di akun resminya itu viral di X dan Instagram. Ia menulis, Abdul Wahid adalah anak yatim yang menempuh pendidikan di pesantren Canduang, kuliah di UIN Suska Riau, hingga menjadi kuli bangunan demi membayar biaya kuliah.
“Laut politik dengan angin kencang, karang tajam, dipukul ombak, dihempas gelombang,” tulis UAS, menggambarkan kerasnya dunia kekuasaan.
UAS menegaskan, dirinya sudah lama mengenal Abdul Wahid—bahkan pernah mendukungnya di Pilgub Riau 2024 dengan 16 poin kesepakatan moral, termasuk komitmen tidak bermain uang dan membangun Islamic Centre.
“Saya dukung, tapi bersih. Jangan main duit,” tulis UAS dalam unggahan itu. Namun di bagian akhir, ia menutup dengan pesan bernada pasrah:
“Semua orang berkumpul untuk memudaratkanmu, tidak akan mampu kecuali memang sudah takdir Allah.” (HR. At-Tirmidzi)
Baca Juga: Kinerja Makin Solid, Bank Sumsel Babel Pertahankan Peringkat idA+ dari PEFINDO
Kalimat itu kemudian menjadi perdebatan publik—antara doa tulus untuk sahabat, atau pembelaan terselubung untuk figur yang kini sedang tersandung kasus besar.
Publik Terbelah: Empati, Tapi Juga Kritik
Unggahan UAS langsung menyebar ke berbagai platform sosial media dan memicu reaksi beragam.
Sebagian warganet menganggap tulisan itu bentuk ketulusan sahabat yang tetap mendoakan di masa sulit.
“UAS bukan membela, tapi mengingatkan bahwa semua yang terjadi adalah takdir Allah,” tulis akun @mawarda.
Namun sebagian lainnya justru mempertanyakan sikap UAS.
Mereka menilai pesan spiritual itu terkesan menormalkan dugaan korupsi jika dibaca tanpa konteks hukum.
“Kalau semua dikatakan takdir, apa fungsi keadilan dan tanggung jawab moral?” tulis akun @ferdian_rahmat.
Unggahan itu pun memecah opini: antara iman dan akal sehat, antara simpati dan skeptisisme.
Tag
Berita Terkait
-
Viral UAS Unggah Kisah Gubernur Riau yang Terjerat OTT KPK: Laut Politik Menghempas!
-
Parfum Rasa Dessert! Pilih Mana, Wangi Kue yang Lembut atau Wangi Permen yang Bikin Gemas?
-
Viral di Medsos: Benarkah Rumah Menkeu Purbaya Diteror dan Dijaga TNI? Ini Faktanya
-
Heboh Isu Penculikan Anak di Palembang, Polisi Langsung Turun Tangan Usai Voice Note Viral
-
Heboh di Palembang! Fenomena Fotografer Jalanan Viral Usai Cerita Istri Difoto Tanpa Izin
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin