-
Warga ini mengaku istrinya difoto diam-diam oleh fotografer jalanan saat berolahraga di Palembang.
-
Peristiwa itu memicu perdebatan soal etika fotografi dan batas privasi di ruang publik.
-
Netizen menilai fenomena fotografer jalanan perlu diatur agar tidak mengganggu kenyamanan warga.
SuaraSumsel.id - Warganet dibuat heboh setelah viral cerita seorang warga Jakarta yang bercerita mengenai istrinya difoto diam-diam oleh fotografer jalanan saat berolahraga di ruang publik Kota Palembang. Kisah itu menyebar luas di media sosial, memicu perdebatan tentang etika fotografi di ruang publik dan batas antara karya seni dengan pelanggaran privasi.
"Sabtu lalu saya terkejut dengan banyaknya fotografer di kota ini. Rasanya di Jakarta juga ada tp yg ini luar biasa. Creepy banget. Dan tidak nyaman. Saya tidak ingin menjudge mereka. Ekonomi lagi sulit. Tapi saya juga merasa perlu ada diskursus terbuka,” tulis pria tersebut dalam unggahan di media sosialnya yang langsung viral.
Unggahansontak ramai dibahas pengguna, terutama di platform X (Twitter) dan Instagram. Banyak yang mengaku baru tahu bahwa fenomena fotografer jalanan atau street photography kini makin marak di Palembang, bahkan di lokasi yang ramai warga beraktivitas seperti area pedestrian, taman kota, dan car free day.
Dalam unggahannya, pria tersebut menyebut bahwa di Jakarta ia jarang menemui situasi serupa. Ia mengaku terkejut karena para fotografer terlihat saling berebut momen tanpa memperhatikan kenyamanan orang di sekitarnya.
Kejadian itu kemudian memicu diskusi hangat di kolom komentar. Ada netizen membela fotografer jalanan dengan alasan mereka “hanya ingin mengabadikan momen”, tapi banyak pula yang menilai perilaku tersebut sudah melewati batas etika sosial.
Etika Fotografi di Ruang Publik Dipertanyakan
Fenomena fotografer jalanan sebenarnya bukan hal baru. Namun, tanpa batas etika yang jelas, kegiatan ini mulai memunculkan keresahan warga. Banyak yang khawatir hasil foto bisa disalahgunakan, apalagi di era media sosial di mana gambar pribadi mudah tersebar luas tanpa seizin pemilik wajah di dalamnya.
Kisah viral ini juga memunculkan kekhawatiran baru yakni penggunaan kamera digital canggih dan teknologi AI (Artificial Intelligence) yang bisa mengenali wajah seseorang secara otomatis. Beberapa pengguna internet menyoroti risiko penyalahgunaan foto untuk pembuatan profil palsu, konten manipulatif, hingga deepfake.
Fenomena ini pun mendorong seruan agar pemerintah daerah dan komunitas fotografi di Palembang membuat pedoman etika pemotretan di ruang publik. Beberapa komunitas bahkan menyatakan siap membantu mengedukasi fotografer agar lebih menghormati kenyamanan orang lain.
Baca Juga: Warga Palembang Wajib Tahu! Ini Jadwal Lengkap Pemadaman Listrik Dua Hari ke Depan
Kisah viral “istri difoto tanpa izin” ini membuka mata banyak orang bahwa ruang publik bukan berarti bebas dari batas privasi.
Fenomena fotografer jalanan di Palembang kini menjadi cermin bahwa di era digital dan teknologi canggih, etika dan rasa hormat masih menjadi lensa paling penting sebelum menekan tombol kamera.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Palembang Wajib Tahu! Ini Jadwal Lengkap Pemadaman Listrik Dua Hari ke Depan
-
Pulau Kerto atau Kertapati? Ini Lokasi yang Dipertimbangkan Jadi Mini Zoo Palembang
-
Sumsel Sepekan: Dari Kritik ke Laporan Polisi, Ada Apa di SMKN 7 Palembang?
-
Viral Lantai Mall di Palembang Penuh Sampah, Warganet Geram: Di Mana Rasa Malu?
-
Viral Bocah di Palembang Ketahuan Maling Kotak Amal, Warganet Ikut Prihatin
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi
-
Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang