-
KPK menetapkan Wakil Ketua DPRD OKU, Parwanto, sebagai tersangka kasus korupsi proyek di Dinas PUPR.
-
Parwanto diduga ikut mengatur dan menerima aliran dana proyek pembangunan infrastruktur dari APBD OKU.
-
Masyarakat mengecam kasus ini karena banyak proyek jalan rusak sementara pejabatnya diduga korupsi.
SuaraSumsel.id - Gelombang korupsi kembali mengguncang dunia politik daerah. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Parwanto, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) OKU tahun anggaran 2024–2025.
Penetapan status tersangka ini diumumkan langsung oleh KPK pada Selasa (28/10/2025) di Jakarta. Parwanto yang juga kader Partai Gerindra diduga ikut mengatur dan menerima aliran dana dari proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBD Kabupaten OKU.
KPK menyebut bahwa kasus ini merupakan hasil pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Maret 2025. Dalam OTT tersebut, penyidik KPK menemukan adanya praktik pengondisian proyek di Dinas PUPR, di mana sejumlah pejabat dan kontraktor diduga “bermain” dalam pengaturan pemenang tender serta pembagian fee proyek.
Kini, selain Parwanto, lembaga antirasuah itu juga menetapkan tiga tersangka lain, termasuk dua anggota DPRD aktif dan satu pihak swasta yang berperan sebagai perantara. Para tersangka diduga menerima uang dari sejumlah kontraktor untuk mengamankan proyek infrastruktur jalan dan drainase yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Pasca penetapan tersangka, DPRD Kabupaten OKU langsung menggelar rapat internal. Ketua DPRD menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan akan segera menunjuk pelaksana tugas Wakil Ketua untuk menjaga jalannya roda pemerintahan daerah.
KPK memastikan penyelidikan tidak akan berhenti di tahap ini. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut bahwa tim penyidik akan memanggil sedikitnya 14 saksi tambahan, terdiri dari pejabat sekretariat daerah, anggota DPRD, hingga kontraktor lokal yang diduga mengetahui aliran dana proyek tersebut.
“Tim kami tengah mendalami pola komunikasi dan peran masing-masing pihak dalam proses penganggaran dan pelaksanaan proyek di Dinas PUPR OKU,” ujarnya.
Sumber di internal penyidik menyebut, praktik pengaturan proyek di lingkungan DPRD OKU sudah menjadi rahasia umum sejak lama. Penetapan tersangka ini disebut sebagai langkah awal membuka jaringan korupsi terstruktur yang melibatkan pejabat legislatif dan pihak swasta di tingkat daerah.
Sementara itu, Parwanto hingga kini belum memberikan pernyataan resmi. Tim hukum yang mendampinginya hanya menyampaikan bahwa kliennya akan kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.
Baca Juga: Dekan FH Unsri & Dosen Polsri Dipanggil KPK, Kasus Korupsi Jalan di Muba Kian Panas
Berita Terkait
-
Dekan FH Unsri & Dosen Polsri Dipanggil KPK, Kasus Korupsi Jalan di Muba Kian Panas
-
Buntut Kasus Kepsek, KPK Periksa LHKPN Wali Kota Arlan: Isinya Cuma Truk & Buldoser
-
KPK Bongkar Korupsi Haji: Jemaah Antre 14 Tahun Sengaja Digagalkan Demi Cuan!
-
Terseret OTT Suap Rp5,9 Miliar, Anggota DPRD Perempuan Ini Ajukan Justice Collaborator
-
Heboh OTT PUPR OKU! Rp 1,2 Miliar Masuk Rekening Mahasiswi, Ini Fakta Sebenarnya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai
-
Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal
-
BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?