-
Aset kripto adalah mata uang digital yang tercatat di buku kas super aman yang disebut blockchain.
-
Bitcoin adalah aset kripto pertama dan paling terkenal, dianggap seperti emas digital karena jumlahnya terbatas dan bisa menyimpan nilai.
-
Altcoin adalah semua koin selain Bitcoin dengan fungsi beragam, termasuk Ethereum sebagai platform aplikasi, stablecoin sebagai penenang pasar, dan meme coin yang sangat spekulatif.
SuaraSumsel.id - Di tongkrongan, media sosial, hingga grup keluarga, pembicaraan soal cryptocurrency atau aset kripto semakin tak terhindarkan. Anda mungkin pernah mendengar cerita teman yang "cuan gede" dari Bitcoin, atau melihat grafik hijau meroket yang dibagikan di Instagram Story.
Rasa penasaran pun muncul, tapi langsung ciut begitu mendengar istilah aneh seperti blockchain, decentralization, mining, atau smart contract. Rasanya seperti ingin belajar bahasa baru tanpa kamus.
Tenang, Anda tidak sendirian. Lupakan dulu semua istilah teknis yang memusingkan itu. Mari kita bedah dunia kripto dari nol dengan analogi paling sederhana. Anggap saja ini adalah panduan "Crypto untuk Manusia Normal".
Pertama, Apa Sebenarnya Crypto Itu?
Bayangkan Sebuah Buku Kas Digital Raksasa
Bayangkan sebuah buku kas super canggih. Bedanya dengan buku kas bank yang disimpan di satu tempat terpusat, buku kas kripto ini disalin dan disebar ke ribuan komputer di seluruh dunia. Setiap ada transaksi baru, misalnya "Andi kirim 1 koin ke Budi", semua komputer akan bekerja sama untuk mencatat dan memverifikasi transaksi tersebut.
Karena catatannya ada di mana-mana dan dijaga bersama-sama, hampir mustahil untuk dipalsukan atau diubah oleh satu pihak saja. Sistem inilah yang disebut blockchain. Jadi, aset kripto adalah mata uang digital yang tercatat di dalam buku kas raksasa yang super aman dan tidak dikendalikan oleh satu bank atau pemerintah manapun.
Sang Raja: Bitcoin (BTC), Si Emas Digital
Jika dunia kripto adalah sebuah kerajaan, maka Bitcoin adalah rajanya. Diciptakan pada tahun 2009, Bitcoin adalah aset kripto pertama dan paling terkenal. Anggaplah Bitcoin seperti Emas Digital.
Baca Juga: Cuan Kilat! 8 Link DANA Kaget Hari Ini Resmi Dibuka, Buruan Klaim Sebelum Limit Habis
Kenapa Emas Digital?
Terbatas dan Langka: Sama seperti emas di bumi yang jumlahnya terbatas, Bitcoin juga diciptakan dengan jumlah maksimal hanya 21 juta koin. Selamanya.
Kelangkaan inilah yang membuatnya berharga.
Penyimpan Nilai:
Banyak orang membeli Bitcoin bukan untuk belanja kopi, melainkan untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang, berharap nilainya akan terus naik seiring waktu, sama seperti orang menyimpan emas batangan.
Bitcoin adalah pelopor. Ia membuktikan bahwa konsep "uang digital tanpa bank sentral" itu mungkin.
Tag
Berita Terkait
-
Ashanty Murka! Balas Dituduh Merampas, Bongkar Penipuan Miliaran: Perawatan Pake Uang Saya!
-
Viral Ayah di Musi Rawas Nekat Curi Uang Rp11 Ribu Sambil Gendong Anak Kecil Karena Lapar
-
Uang 'Rampokan' Negara Diduga Dipakai Anggota DPRD Ini untuk Foya-foya Bareng Kekasih Gelap
-
5 Fakta Baru Anggota DPRD PDIP 'Rampok Uang Negara': 'Dihabisi' Kekasih Gelap Usai Tolak Nikah
-
Polisi Jadi Korban Tipu Istri Polisi di Sumsel, Uang Lenyap PTDH di Depan Mata
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Tangisan dari Semak Bikin Geger, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Pinggir Jalan Empat Lawang
-
Bupati OKU Teddy Meilwansyah Mengaku Tak Ikuti Detail APBD, Ini yang Terungkap di Sidang Pokir DPRD
-
Viral Rombongan Komisaris PT Pusri di Jalan Ekstrem, Kenapa Isu Keselamatan Jadi Sorotan Publik?
-
5 Tempat Olahraga Pagi di Palembang yang Nyaman untuk Jogging dan Jalan Santai, Meski Tanpa CFD
-
Tetap Mau CFD, Tapi Jangan Bikin Sengsara: Suara Warga Palembang Soal Jembatan Ampera Ditutup