-
Ratusan penambang rakyat di Bangka Belitung menggelar demo besar saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
-
Massa menolak rencana pemerintah mengalihkan pengelolaan smelter korupsi ke PT Timah Tbk.
-
Para penambang menilai kebijakan itu hanya akan memperburuk nasib mereka yang sudah sulit.
SuaraSumsel.id - Suasana di Kepulauan Bangka Belitung memanas saat kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto. Ratusan penambang rakyat yang tergabung dalam Aliansi Tambang Rakyat Bersatu menggelar demo dengan mengepung kantor pusat PT Timah Tbk di Pangkalpinang pada Senin (6/10).
Aksi ini bukan sekadar protes biasa.
Sejak pukul 09.00 WIB, massa mulai berkumpul di depan markas "raksasa" BUMN tersebut.
Dengan membawa spanduk berisi tuntutan keras, mereka menyuarakan penolakan terhadap PT Timah yang selama ini dianggap gagal menyejahterakan penambang lokal.
"Ini Soal Perut!" teriak salah satu orator, merangkum jeritan hati ribuan keluarga yang hidupnya bergantung pada butiran timah. Aksi yang dikawal ketat aparat ini menjadi puncak dari kegelisahan yang telah lama terpendam.
Menurut para penambang, PT Timah selama ini saja sudah gagal menjadi "bapak angkat" yang mengayomi mereka.
Para penambang khawatir jika PT Timah mengambil alih smelter-smelter besar tersebut, posisi tawar dan ruang gerak mereka sebagai penambang kecil akan semakin terjepit dan tidak diakui.
"Jangan sampai PT Timah jadi keranjang sampah untuk menampung masalah korupsi, sementara kami rakyat kecil yang jadi korban," seru seorang demonstran.
Dengan menggelar aksi tepat sebelum kedatangan Presiden, para penambang seolah ingin memastikan suara mereka didengar langsung oleh telinga nomor satu di republik ini.
Baca Juga: Prabowo Blak-blakan: Anies yang Bantu Aku Menang Gara-gara Nilai 11, Emak-emak Jadi Kasihan
Mereka berharap Prabowo tak hanya datang untuk meninjau, tetapi benar-benar melihat dan merasakan denyut luka rakyat di “tanah timah” Bangka Belitung.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda kenegaraan—ia menjadi momen penentu arah masa depan industri yang selama puluhan tahun menjadi nadi ekonomi daerah.
Namun, di balik penyambutan resmi, Prabowo juga dihadapkan pada gelombang amarah dan ketidakpercayaan rakyat yang merasa kebijakan sering dibuat jauh dari realita.
Keputusan yang akan ia ambil kini dipertaruhkan: apakah menjadi awal penyembuhan, atau justru menambah luka lama.
Di tengah tekanan dan demonstrasi besar, akhirnya secercah hasil muncul.
PT Timah Tbk menyepakati harga pembelian timah dengan kadar SN 70 persen sebesar Rp300 ribu per kilogram.
Berita Terkait
-
Prabowo Blak-blakan: Anies yang Bantu Aku Menang Gara-gara Nilai 11, Emak-emak Jadi Kasihan
-
'Kok Pak Teddy Terus Dicari?' Viral Canda Prabowo, Sadar Pesonanya Kalah dari Sang 'Ajudan'
-
Ikan Pari Serang Nelayan di Pantai Koala
-
Viral Sampah Saat Kunjungan Prabowo, Senator Desak Evaluasi Tata Lingkungan
-
Sumsel Pakai Drone Tebar Benih, Kini Masuk 5 Besar Produksi Pangan Nasional
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi
-
Bulan Literasi Keuangan, OVO Finansial dan OJK Dorong UMKM Palembang Naik Kelas lewat Teras Perwira