-
Barisan Emak-emak Militan pendukung Jokowi mengancam akan melakukan aksi demonstrasi dengan hanya memakai pakaian dalam di depan Istana Negara.
-
Ancaman tersebut muncul karena rencana pemerintah baru, termasuk Polri.
-
Video ancaman itu memicu perdebatan publik di media sosial, sementara pihak Istana Kepresidenan belum memberikan tanggapan resmi.
SuaraSumsel.id - Jagat politik Indonesia kembali diguncang oleh sebuah ancaman aksi demonstrasi yang tak terbayangkan, yang datang dari barisan pendukung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebuah organisasi wanita yang menamakan diri "Barisan Emak-emak Militan (BEM) pendukung Jokowi" secara terbuka mengancam akan menggelar aksi "perang pakaian dalam" di depan Istana Negara.
Ancaman yang juga tertuju kepada lembaga kepolisian ini, sangat tidak biasa ini terekam dalam sebuah video yang kini viral di berbagai platform media sosial. Dalam klip tersebut, seorang wanita paruh baya yang diduga sebagai koordinator aksi, dengan berapi-api menyuarakan kekecewaannya.
Puncaknya adalah saat ia melontarkan ancaman pamungkas jika tuntutan mereka tidak didengar.
"Jika suara kami, suara ibu-ibu yang selama ini menopang ekonomi keluarga, tidak didengar, maka jangan salahkan kami jika kami datang ke Istana hanya dengan pakaian yang melekat di badan kami. Kami akan demo hanya dengan memakai BH dan celana dalam!" teriak wanita tersebut yang langsung disambut riuh oleh para anggota lainnya.
Apa Pemicu Amarah Emak-emak?
Usut punya usut, ancaman aksi ekstrem ini bukanlah tanpa sebab. Kemarahan mereka dipicu oleh wacana pemerintah baru yang berencana untuk meninjau ulang dan berpotensi menghentikan salah satu program warisan era Jokowi yang dianggap sangat membantu ekonomi rakyat kecil, khususnya para perempuan.
Publik Terbelah, Istana Bungkam
Sontak, video ancaman ini meledak di dunia maya dan membelah warganet menjadi dua kubu. Di satu sisi, banyak yang menganggap rencana aksi ini tidak pantas, vulgar, dan memalukan. Namun di sisi lain, gelombang dukungan yang tak kalah besar justru mengalir.
Banyak yang menilai ini adalah bentuk protes paling puncak dari keputusasaan.
Baca Juga: 7 Etika Berkendara di Jalan Tol yang Sering Dilanggar, Nomor 4 Bisa Picu Kecelakaan Maut
Mereka menganggap keberanian para "emak-emak" ini adalah simbol perlawanan paling jujur dari rakyat yang merasa mata pencahariannya terancam. "Gila, emak-emak sekarang makin bar-bar!
Tapi aku dukung. Kadang cara gila memang satu-satunya cara biar didengar," tulis seorang netizen di platform instagram.
"Ini bukan soal vulgar, ini soal desperation. Saat semua cara baik-baik gagal, inilah yang terjadi. Hormat untuk keberanian ibu-ibu!" timpal yang lain.
Aksi protes dengan menggunakan pakaian dalam sebagai simbol bukanlah hal baru di dunia.
Ini seringkali digunakan oleh para aktivis perempuan untuk menunjukkan kerentanan mereka sekaligus merebut kembali narasi atas tubuh mereka sebagai alat perlawanan politik.
Hingga kini, pihak Istana Kepresidenan belum memberikan tanggapan resmi atas ancaman aksi "perang pakaian dalam" ini.
Berita Terkait
-
7 Etika Berkendara di Jalan Tol yang Sering Dilanggar, Nomor 4 Bisa Picu Kecelakaan Maut
-
Masak di Rumah Makin Ditinggalkan, Jajan Jadi Gaya Hidup Emak-Emak Sumsel
-
Transformasi Transportasi Publik di Pemerintahan Jokowi Mempermudah Warga
-
Jokowi Tunjuk Kapolda Sumsel Jadi Wakil Kepala BSSN, Bintang Tiga Baru
-
Klarifikasi Jokowi: Bantuan Sosial Tidak Akan Diberikan pada Korban Judi Daring!
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Detik-detik Ayah Amankan Pria Misterius yang Incar Anaknya di Depan Sekolah
-
Polisi Kantongi 4 Nama Pemilik Sumur Minyak Ilegal di Hindoli, Cukupkah Ungkap Kasus Besar Ini?
-
Wastra Sumsel Naik Kelas, Bank Sumsel Babel Kucurkan KUR Rp8,45 Triliun untuk UMKM
-
Palembang Kebanjiran Tiap Hujan, Tapi Air Bersih Belum Merata: Ada yang Salah dengan Kota Ini?