-
Megawati Soekarnoputri mengaku heran dengan banyaknya gelar kehormatan yang ia terima dari universitas dalam dan luar negeri.
-
Ia menegaskan bahwa semua gelar tersebut asli dan bukan hasil pemalsuan, yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
-
Pernyataannya di UGM dianggap sebagai sindiran cerdas di tengah maraknya isu ijazah palsu di kalangan elite politik.
SuaraSumsel.id - Sebuah pernyataan yang tajam dan penuh humor dilontarkan oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang sontak menjadi sorotan di tengah maraknya isu ijazah palsu di kalangan elite politik. Dalam sebuah acara resmi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Megawati secara tak terduga "curhat" mengenai deretan gelar profesor dan doktor kehormatan yang ia sandang, sekaligus memberikan sebuah penegasan yang sangat kuat.
Momen ini terjadi saat Megawati, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menghadiri acara sinergi UGM-BRIN pada Rabu (1/10). Di hadapan para akademisi dan intelektual, ia tiba-tiba membahas soal rentetan gelar yang melekat pada namanya.
Dengan gaya bicaranya yang khas, Megawati mengaku dirinya sendiri terkadang heran dengan jumlah gelar kehormatan yang telah ia terima dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri. Namun, di tengah keheranannya itu, ia menyelipkan sebuah kalimat penegasan yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
“Saya sendiri juga heran ngopo kok akeh men (kenapa banyak banget), tapi tidak ada pemalsuan lho ini,”** ujar Megawati.
Sontak, penegasan"tapi tidak ada pemalsuan lho ini" menjadi bagian yang paling viral.
Di saat publik sedang skeptis dan ramai menyoroti keaslian ijazah para pejabat, pernyataan Megawati ini dianggap sebagai sebuah "sentilan" cerdas dan sindiran telak. Ia seolah ingin menegaskan bahwa meskipun ia tidak menempuh pendidikan formal hingga jenjang tertinggi, semua gelar yang ia terima adalah hasil dari pengakuan intelektual yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan hasil "beli" atau "palsu".
Lebih jauh, Megawati juga menyoroti bahwa deretan gelar tersebut bukanlah sekadar hiasan. Baginya, itu adalah sebuah amanah dan tanggung jawab yang besar. Ia menekankan bahwa meskipun mengemban banyak gelar, ia tetap berusaha keras untuk menjalankan setiap tugas yang dipercayakan kepadanya dengan sebaik-baiknya.
Salah satu tugas yang ia soroti adalah perannya sebagai pimpinan di BRIN. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin lembaga riset terbesar di Indonesia adalah bukti bahwa kapasitasnya diakui, dan ia berkomitmen untuk membawa BRIN ke arah yang lebih baik.
Pernyataan Megawati di UGM ini menjadi lebih dari sekadar pidato. Ini adalah sebuah manuver komunikasi politik yang sangat cerdas. Di satu sisi, ia menunjukkan kerendahan hati dengan mengaku "heran".
Baca Juga: Asap Karhutla Menyelimuti Sumsel, Luas Lahan Terbakar Capai 2.935 Hektare
Di sisi lain, ia dengan sangat tegas dan percaya diri memvalidasi seluruh pencapaian akademisnya, seolah menarik garis pemisah yang tebal antara dirinya dan para elite lain yang rekam jejak pendidikannya kini sedang dipertanyakan oleh publik.
Tag
Berita Terkait
-
Giri Ramanda Tegaskan Kader PDIP Wajib Ikuti Instruksi Megawati: Apa yang Terjadi di Magelang?
-
Askolani dan Devi Suhartoni Dilantik Prabowo, Dilarang Megawati Ikut Retret
-
Bupati Banyuasin dan Muratara 'Dicegat' Megawati Usai Pelantikan: Retret dengan Prabowo Dibatalkan?
-
PDIP Muba Tolak Dukungan Non-Kader: Bikin Surat untuk Megawati Soekarnoputri
-
Ini 15 Caleg asal Sumsel Lolos Senayan: Ada Keponakan Megawati Soekarnoputri
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek
-
Sidang Hampir Rampung, Keberadaan Buronan Pasar Cinde Aldrin Tando Masih Misterius
-
Pertamax Turbo Turun, Tapi Pertamax Tetap, Akankah Antrean BBM di Sumsel Berkurang?