SuaraSumsel.id - Dua kepala daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) Askolani Jasi dan Devi Suhartoni baru saja dilantik bersama dengan ratusan kepala daerah lainnya oleh Prabowo Subianto di Jakarta. Namun pada malam harinya, setelah pelantikan ratusan kepala daerah di Indonesia beredar surat resmi PDIP bernomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah PDIP tidak mengikuti acara pembekalan atau retret yang digelar pada 21–28 Februari 2025 di Akmil Magelang bersama Prabowo Subianto.
Suara.com masih berupaya mengkonfirmasi dua kepala daerah yang merupakan kader PDIP di Sumsel ini.
Surat instruksi tersebut muncul setelah mencermati dinamika politik setelah penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Askolani merupakan Bupati Banyuasin 2015-2030 dan Devi Suhartoni merupakan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) 2015-2030.
Keduanya merupakan bupati petahana yang sudah memimpin di periode kedua di wilayah kabupatennya. Berikut profil kedua bupati yang dilarang Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk mengikuti retret bersama dengan Prabowo Subianto.
Profil Bupati Banyuasin Askolani Jasi
Nama Lengkap: H. Askolani Jasi, S.H., M.H. Tanggal Lahir: 23 April 1974 Tempat Lahir: Teluk Kijing, Lais, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Jabatan: Bupati Banyuasin (2018 - 2023, terpilih kembali 2025 - 2030) Partai: PDI Perjuangan
Latar Belakang
Askolani Jasi adalah seorang politisi yang menjabat sebagai Bupati Banyuasin. Ia memulai karier politiknya dengan terpilih sebagai anggota DPRD Banyuasin pada tahun 2009. Setelah gagal dalam pemilihan bupati pada tahun 2013, ia berhasil terpilih sebagai Bupati Banyuasin pada tahun 2018 dan kembali terpilih untuk periode 2025-2030.
Pendidikan
SD Negeri Gardu Harapan
SMP Negeri Betung
SMA Negeri 1 Pangkalan Balai
Fakultas Hukum, Universitas IBA Palembang (S1)
Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya (S2)
Karier
Sebelum terjun ke dunia politik, Askolani bekerja sebagai pengacara dan pengusaha. Ia dikenal sebagai aktivis yang terlibat dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan politik.
Profil Bupati Musi Rawas Utara Devi Suhartoni
Nama Lengkap: H. Devi Suhartoni Tanggal Lahir: 1 Juni 1969 Tempat Lahir: Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Musi Rawas Utara Jabatan: Bupati Musi Rawas Utara (2021 - 2024, terpilih kembali 2025 - 2030) Partai: PDI Perjuangan
Baca Juga: Bupati Banyuasin dan Muratara 'Dicegat' Megawati Usai Pelantikan: Retret dengan Prabowo Dibatalkan?
Latar Belakang
Devi Suhartoni adalah putra asli Kabupaten Musi Rawas Utara. Sebelum menjabat sebagai Bupati, ia merupakan Wakil Bupati Musi Rawas Utara. Ia terpilih sebagai Bupati pada Pilkada 2020 dengan pasangan Inayatullah, mengalahkan incumbent.
Pendidikan
SD Negeri Belani
SMP Negeri 22 Palembang
SMK Negeri 3 Palembang
Monash University, Australia
Karier
Devi Suhartoni memiliki pengalaman luas dalam bidang pemerintahan dan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Perekonomian Kreatif PDI Perjuangan Sumatra Selatan dan Ketua PMI Kabupaten Musi Rawas Utara.
Kontroversi
Seperti Askolani, Devi Suhartoni juga dilarang mengikuti retret oleh Megawati Soekarnoputri. Larangan ini menandakan adanya ketegangan dalam partai dan situasi politik yang sedang berlangsung.
Kedua bupati ini merupakan figur penting dalam politik lokal di Sumatera Selatan, dan larangan untuk mengikuti retret menunjukkan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka di tengah dinamika politik yang kompleks.
Tag
Berita Terkait
-
Bupati Banyuasin dan Muratara 'Dicegat' Megawati Usai Pelantikan: Retret dengan Prabowo Dibatalkan?
-
Putri Bupati Banyuasin, Nabila Askolani Menjadi Ketua TP PKK Termuda di Indonesia
-
Pelantikan Herman Deru: Komitmen Pembangunan dan Infrastruktur Sumatera Selatan
-
Askolani - Netta Indian Ditetapkan Sebagai Bupati-Wakil Bupati Banyuasin 2025-2030
-
Tanpa Aplikasi, Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warga Palembang Berlaku Februari
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Promo HUT RI di Wyndham Opi Hotel Palembang, Menginap Dapat Sajian Spesial dan Mooncake Eksklusif
-
Bersama Danantara, BRImo Tembus 49,7 Juta Pengguna dengan Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Warga Diminta Urunan, Proposal HUT RI Rp76,2 Juta di Kecamatan IT I Palembang Viral