- Mantan anggota DPRD Gorontalo, Wahyudin Moridu, kembali jadi sorotan usai memamerkan penghasilan pertamanya sebagai rakyat biasa Rp200 ribu yang ia masukkan ke celengan.
- Jejak digital Wahyudin masih segar di ingatan publik, terutama video viral saat ia mengajak “merampok uang negara” sambil berlibur ke Makassar bersama kekasih gelapnya.
- LHKPN Wahyudin juga menimbulkan kejanggalan. Ia melaporkan harta minus Rp2 juta, padahal tercatat punya aset rumah dan kas, namun diimbangi utang Rp200 juta.
SuaraSumsel.id - Kehidupan mantan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, terus menjadi panggung drama yang tak ada habisnya. Setelah dipecat akibat video viralnya yang arogan, kini ia kembali menjadi sorotan dengan sebuah unggahan yang penuh dengan ironi: memamerkan penghasilan pertamanya sebagai "rakyat biasa" sebesar Rp200 ribu.
Dalam sebuah video yang beredar, Wahyudin dengan bangga menunjukkan beberapa lembar uang kertas yang ia sebut sebagai gaji pertamanya setelah kehilangan jabatan.
Tak berhenti di situ, ia kemudian dengan dramatis memasukkan seluruh uang tersebut ke dalam sebuah celengan, seolah ingin menunjukkan bahwa ia kini memulai hidup baru yang lebih hemat dan sederhana.
Namun, alih-alih menuai simpati, aksi "pencitraan" ini justru disambut dengan sinisme dan tawa dari netizen. Pasalnya, citra barunya yang sederhana ini bertabrakan telak dengan dua fakta kelam yang kini membelitnya.
Arogansi 'Rampok Uang Negara' Bareng Kekasih Gelap
Publik belum lupa dengan video yang menjadi penyebab kehancurannya. Dalam video tersebut, Wahyudin dengan pongah mengajak untuk "merampok uang negara agar negara semakin miskin" sambil mengaku sedang plesiran ke Makassar membawa kekasih gelapnya menggunakan biaya negara.
Gaya hidup foya-foya yang ia pamerkan saat itu sangat kontras dengan citra "Rp200 ribu masuk celengan" yang kini coba ia bangun.
LHKPN Janggal, Harta Tercatat Minus Rp2 Juta
Kejanggalan terbesar justru datang dari laporan kekayaannya sendiri. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024, Wahyudin tercatat memiliki total harta yang sangat tidak biasa: minus Rp2 juta.
Baca Juga: Akhir Drama Wali Kota Arlan dan Kepsek Roni Saling Memaafkan tapi Sang Anak Pindah Sekolah
Dalam laporannya, ia memang mencatatkan aset berupa rumah warisan senilai Rp180 juta dan kas sebesar Rp18 juta. Namun, di saat yang sama, ia juga melaporkan memiliki utang sebesar Rp200 juta, yang membuat total kekayaan bersihnya menjadi negatif.
LHKPN yang janggal inilah yang kini berada di bawah mikroskop Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri kebenaran dari laporan tersebut.
“Kami akan cek kesesuaian pelaporannya. Hal ini untuk memastikan agar pelaporan LHKPN tidak hanya untuk formalitas memenuhi kewajibannya saja, namun juga harus jujur dalam pengisiannya,” ujar Budi pada Minggu (21/9/2025).
KPK kini mendalami apakah ada aset-aset lain yang sengaja tidak dilaporkan oleh Wahyudin. Publik pun bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang dengan harta minus bisa membiayai perjalanan ke Makassar bersama kekasih gelapnya?
Kisah Wahyudin Moridu menjadi sebuah komedi tragis. Di satu sisi, ia mencoba membangun citra baru sebagai korban yang kini hidup sederhana.
Namun di sisi lain, jejak digital arogansinya dan laporan kekayaannya yang penuh tanda tanya kini justru menjadi "hantu" yang terus mengejarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Akhir Drama Wali Kota Arlan dan Kepsek Roni Saling Memaafkan tapi Sang Anak Pindah Sekolah
-
Uang 'Rampokan' Negara Diduga Dipakai Anggota DPRD Ini untuk Foya-foya Bareng Kekasih Gelap
-
5 Fakta Baru Anggota DPRD PDIP 'Rampok Uang Negara': 'Dihabisi' Kekasih Gelap Usai Tolak Nikah
-
Buntut Kasus Kepsek, KPK Periksa LHKPN Wali Kota Arlan: Isinya Cuma Truk & Buldoser
-
Kepsek Roni Ardiansyah Akhirnya Kembali ke Sekolah, Disambut Tangis Haru Ratusan Siswa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Dari Sawit hingga Mess Dibakar, Ini Kronologi Kerusuhan PT BCP Group Wilmar
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Dua Warga Alami Luka Tembak, Mess PT BCP Dibakar: Apa yang Terjadi di Lempuing?