- Selebgram Palembang, Juniar Ayu Tantilova (24), melaporkan dugaan penganiayaan dan ancaman yang dilakukan AS, anak seorang pengusaha sawit Sumsel
- Awalnya laporan Juniar masuk dalam Pasal 351 KUHP, namun belakangan justru diklasifikasikan sebagai Pasal 352 KUHP
- Kasus ini ramai diperbincangkan publik karena selain melibatkan selebgram, terlapor juga merupakan anak pengusaha sawit kaya raya di Sumsel.
SuaraSumsel.id - Juniar Ayu Tantilova (24), seorang selebgram asal Palembang, melaporkan dugaan penganiayaan dan pengancaman yang menurutnya dilakukan oleh seorang pria berinisial AS, yang merupakan anak dari seorang pengusaha perkebunan sawit ternama di Sumatera Selatan, ke Polda Sumsel, Rabu (10/9/2025)
Pada hari tersebut, Juniar datang ke Polda Sumsel bersama tim dari Ryan Gumay Law Firm. Kuasa hukumnya, Verrel Amartya, menjelaskan bahwa ancaman terhadap kliennya terjadi berkali-kali melalui berbagai platform digital seperti WhatsApp, Instagram Direct Message (DM), dan iMessage, sejak Desember 2023.
Hubungan mereka sebelumnya merupakan teman dekat. Namun masalah muncul ketika Juniar berusaha menjauh, menyadari bahwa AS adalah seorang suami orang. Tindakan melaporkan justru memicu intimidasi lanjut, dan lebih parahnya lagi, Juniar juga mengalami tindak kekerasan fisik yang serius.
Peralihan Pasal Penganiayaan
Awalnya Juniar melaporkan kejadian ini sebagai penganiayaan sesuai Pasal 351 KUHP, tapi proses penyelidikan mengubah klasifikasinya menjadi Pasal 352 KUHP (penganiayaan ringan). Padahal, bukti dan dampak fisik yang diderita Juniar menunjukkan luka serius, dan kabarnya, terlapor bahkan menyewa orang untuk menyerangnya.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Juniar menceritakan bahwa kekerasan yang diterimanya berlangsung brutal—mulai dari pukulan tangan kosong, benturan benda tumpul, hingga pernah diancam dengan pistol. Ia bahkan menyampaikan, "sampai saat ini masih trauma" akibat tindakan tersebut Sumsel Update+1.
Kasus ini menjadi sorotan tidak hanya karena korban adalah seorang influencer, tetapi juga karena terlapor memiliki latar belakang sebagai anak pengusaha sawit kaya di Sumsel.
Kejadian ini pun memicu banyak pertanyaan publik mengenai keadilan hukum dan perlindungan bagi korban, khususnya saat dugaan kaitannya dengan figur berpengaruh ikut terlibat dalam penyidikan.
Baca Juga: Skandal Korupsi LRT Sumsel: Eks Dirjen Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono Dipindah ke Rutan
Berita Terkait
-
Skandal Korupsi LRT Sumsel: Eks Dirjen Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono Dipindah ke Rutan
-
CSR Bank Sumsel Babel: Dari Operasi Mata Gratis hingga Akses Kesehatan untuk Ribuan Warga
-
Dugaan Proyek Fiktif Rp2,56 Miliar di Palembang, 11 Ketua RT hingga PHL Diperiksa Kejari
-
Benarkah Gaji DPRD Kota Palembang Setara UMR? Ini Rinciannya
-
Catat! Pasar Murah Palembang Mulai 9 September, Cek Jadwal dan Lokasinya di Sini
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka
-
Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor
-
PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi
-
Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla