Mereka meniru skema warna, logo, dan tata letak untuk mengelabui pengguna. Aplikasi ini jarang ditemukan di Google Play Store atau Apple App Store resmi, melainkan disebarkan melalui tautan (link) APK yang dikirim langsung ke calon korban.
3. Jebakan Psikologis dengan Iming-iming Limit Besar
Salah satu taktik paling berbahaya adalah manipulasi psikologis.
Saat Anda pertama kali mengunduh aplikasi, mereka akan menampilkan iming-iming limit pinjaman yang sangat besar, misalnya Rp20 juta hingga Rp50 juta, dengan bunga yang terlihat sangat rendah di halaman depan.
Namun, setelah data diri diserahkan, limit yang disetujui hanya sebagian kecil, misalnya Rp600 ribu, dengan tenor sangat singkat (7-14 hari) dan biaya platform yang disembunyikan.
Mereka menciptakan 'efek penyesalan' di mana korban merasa sudah terlanjur menyerahkan data, sehingga terpaksa melanjutkan pinjaman meski syaratnya mencekik. Ini adalah bentuk social engineering yang lebih canggih."
4. Proses Pencairan Kilat Tanpa Analisis Kredit (SLIK OJK)
Pinjol ilegal menjadikan kecepatan sebagai senjata utama. Mereka menawarkan proses pencairan dana hanya dalam hitungan menit setelah data di-submit.
Ini menjadi daya tarik bagi mereka yang butuh dana cepat.
Baca Juga: Terjebak Pinjol Ilegal? Ini 5 Langkah Hukum Untuk Selamatkan Diri!
Namun, kecepatan ini harus dicurigai. Pinjol legal yang terdaftar di OJK wajib melakukan analisis kredit atau pengecekan riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Jika ada platform yang sama sekali tidak menyinggung proses ini dan menjamin 100% cair, besar kemungkinan itu adalah ilegal.
5. Permintaan Izin Akses Data yang Brutal dan Tak Relevan
Ini adalah ciri klasik yang kini semakin disamarkan. Saat instalasi aplikasi, mereka akan meminta izin akses ke seluruh bagian vital ponsel Anda.
Bukan hanya kamera, lokasi, dan mikrofon. Mereka secara agresif meminta akses ke seluruh daftar kontak, galeri foto dan video, hingga ruang penyimpanan file.
Izin inilah yang menjadi senjata utama mereka untuk melakukan teror, intimidasi, dan penyebaran data pribadi saat peminjam mengalami kesulitan membayar.
Tag
Berita Terkait
-
Terjebak Pinjol Ilegal? Ini 5 Langkah Hukum Untuk Selamatkan Diri!
-
Jangan Asal Klik! Pinjol Ilegal Masih Mengintai di Sumbagsel, Ini Cara Aman Kelola Keuangan Digital
-
Jumlah Lender Pinjaman Online di Sumbagsel Anjlok 34 Persen, Ada Apa dengan Investor?
-
6 Cara Ampuh Lunasi Pinjol Tanpa Ngutang Lagi!
-
Dapat Tawaran Hapus Utang dari OJK? Jangan Tertipu! Cek Fakta dan Saluran Resmi di Sini
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Sumsel Dikepung Bencana? Sepanjang 2025 Terjadi 284 Kejadian, Banjir Mendominasi
-
7 Foundation Matte untuk Hasil Natural yang Gak Bikin Wajah Terlihat Flat
-
7 Bedak Tabur dengan Kandungan Skincare untuk Kulit Tetap Lembap dan Bebas Kusam
-
9 Bedak Tabur Murah di Indomaret untuk Kulit Berminyak, Dipakai MUA Profesional
-
10 Game Balap Mobil Terbaik 2026 untuk HP Spek Rendah, Grafis Halus Tanpa Lag