3. Direksi RSUD Sekayu Turun Tangan dan Beri Sikap Tegas
Direktur Utama RSUD Sekayu, dr. Azmi, langsung mengambil sikap. Dalam pernyataannya kepada media, dr. Azmi menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap stafnya.
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Tenaga kesehatan kami bekerja dengan standar operasional prosedur untuk melayani masyarakat. Tindakan intimidasi seperti ini tidak dapat diterima dan mencederai semangat pelayanan kami," tegasnya kepada awak media.
4. Tak Ada Kata Damai, Proses Hukum Jalan Terus
Manajemen RSUD Sekayu tidak main-main dengan ancamannya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Mereka secara resmi menyatakan akan meneruskan proses hukum terhadap oknum keluarga pasien yang melakukan intimidasi. Langkah ini diambil bukan hanya untuk memberikan efek jera, tetapi juga untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada publik bahwa keselamatan dan kenyamanan tenaga kesehatan adalah prioritas.
"Kami akan teruskan proses hukum ini. Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi. Ini adalah bentuk perlindungan kami terhadap semua karyawan," tambah dr. Azmi.
5. Banjir Dukungan dari Warganet dan Organisasi Profesi
Kasus ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu reaksi luas. Mayoritas warganet dan rekan sejawat dari berbagai daerah memberikan dukungan penuh kepada dr. A dan RSUD Sekayu.
Baca Juga: Kenapa Pelabuhan Tanjung Carat Banyuasin Jadi Proyek Strategis yang Dikebut Sumsel?
Kolom komentar dipenuhi dengan kecaman terhadap aksi main hakim sendiri dan dorongan agar kasus ini diusut tuntas.
Organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga kerap menyuarakan pentingnya payung hukum yang kuat untuk melindungi dokter dan nakes lainnya dari risiko kekerasan saat bertugas.
Kejadian di Sekayu menjadi pengingat bahwa UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang salah satunya mengatur soal perlindungan nakes, harus ditegakkan dengan serius.
Berita Terkait
-
'Buka Maskermu, Aku Mau Lihat!' Viral Detik-detik Dokter RSUD Sekayu Diintimidasi Keluarga Pasien
-
Bosan Balap Karung? Ini 15 Ide Lomba 17 Agustus Unik Biar Acara RT-mu Viral
-
Siap War? Prediksi Promo Kemerdekaan Viral 2025 dari Kopi Kenangan, Janji Jiwa dan Mixue
-
Sudah Viral Berkali-kali, Kenapa Pemkot Palembang Tak Mampu Tertibkan Preman?
-
Parkir Liar di BKB Palembang Viral Lagi! YouTuber Dipalak Preman
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Oknum Prajurit Yonif 200 Raider Diamankan Pomdam Sriwijaya Usai Tembak Mati Rekan Sejawat
-
Isak Tangis Adik Pratu Ferischal Lepas Kepergian Kakak yang Tewas Ditembak Rekan TNI di THM Panhead
-
Duel Maut 2 Prajurit TNI di Tempat Hiburan Malam Palembang: Pratu Ferischal Tewas Diterjang Peluru
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu