Meski berbagai aturan dan surat edaran dikeluarkan, hingga hari ini jalur khusus untuk angkutan batu bara di Sumatera Selatan masih belum berfungsi optimal.
Truk-truk tambang tetap melintas di jalur publik tanpa kontrol maksimal, dan aparat penegak hukum kerap abai atau kalah oleh tekanan ekonomi dan politik.
Pemerintah daerah dan provinsi belum juga memberikan pernyataan resmi, padahal peristiwa ini bukan hanya kerusakan fisik, tapi simbol dari gagalnya pengawasan dan tata kelola infrastruktur di jalur strategis negara.
Siapa Bertanggung Jawab?
Saat jalan nasional berubah jadi “koridor batu bara” dan jembatan tua dipaksa memikul beban tambang tanpa penguatan, maka yang runtuh bukan sekadar struktur baja dan beton—tapi juga kepercayaan masyarakat pada perlindungan negara terhadap keselamatan publik.
Warga sekitar kini hanya bisa menunggu. Sampai Senin (30/6/2025) terjadi, jalur Lahat–Muaraenim tetap lumpuh, dan tragedi ini akan terus menjadi pengingat bahwa pembiaran bisa lebih mematikan daripada bencana itu sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Truk Terjun, Rel Kereta Tertimpa! Ini Kondisi Terkini Jembatan Ambruk di Lahat
-
Jembatan Lahat-Muaraenim Ambruk Tengah Malam, Jalur Lintas Sumatera Lumpuh
-
Jembatan Lalan Ambruk Usai Ditabrak Kapal Angkut Batu Bara: 3 Orang Tewas
-
Langgar Ketentuan, Dua Truk Batu Bara Ditindak Aparat Polres OKU
-
Bocah 4 Tahun di Lahat Korban Sunatan Massal, Kelamin Terpotong Sampai Tak Bisa Disambung
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?