SuaraSumsel.id - Kabar baik datang bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Maskapai penerbangan bertarif ekonomis AirAsia akan mengaktifkan kembali rute internasional Palembang–Malaysia mulai September atau Oktober 2025, setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat pandemi dan penyesuaian operasional.
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II, R. Iwan Winaya mengatakan jika rencananya operasional penerbangan akan mulai di bulan September dan Oktober 2025.
Rute ini juga diharapkan akan mempermudah pergerakan diaspora masyarakat Sumsel yang berada di Malaysia, baik untuk kunjungan keluarga, pendidikan, maupun bisnis.
Banyak warga Palembang yang memiliki sanak saudara atau kegiatan usaha di Negeri Jiran.
Pembukaan kembali jalur ini akan memangkas waktu dan biaya perjalanan yang sebelumnya harus transit melalui Jakarta atau Batam.
AirAsia sendiri dikenal sebagai maskapai yang agresif dalam membuka rute-rute regional yang potensial.
Mereka menilai Palembang sebagai salah satu kota penting di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk penerbangan langsung ke luar negeri.
Dinas Pariwisata Sumsel juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyambut pembukaan rute ini, mulai dari promosi destinasi unggulan seperti Jakabaring Sport City, Pulau Kemaro, Kampung Arab Al-Munawar, hingga kuliner khas seperti pempek dan pindang.
Kolaborasi dengan travel agent, hotel, serta pelaku UMKM akan digencarkan agar wisatawan Malaysia mendapatkan pengalaman terbaik selama di Palembang.
Baca Juga: AirAsia Kembali Aktifkan Rute PalembangMalaysia, Dukung Pariwisata Sumsel
Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat layanan keimigrasian, bandara, dan transportasi darat untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan asing.
Dengan terobosan ini, Sumsel berharap bisa mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan pada akhir 2025 hingga 2026.
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong konektivitas global melalui pengembangan sektor penerbangan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menggandeng sejumlah maskapai ternama untuk membuka kembali rute penerbangan internasional langsung dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang.
Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari strategi besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata dan perdagangan.
Salah satu maskapai yang diajak berkolaborasi adalah AirAsia—maskapai bertarif rendah asal Malaysia yang dikenal memiliki jaringan penerbangan luas di kawasan Asia Tenggara.
Berita Terkait
-
AirAsia Kembali Aktifkan Rute PalembangMalaysia, Dukung Pariwisata Sumsel
-
PLN Umumkan Pemadaman Serentak di Palembang, Ini Daftar Wilayah Terdampak
-
Profil dan Biaya Kuliah Universitas Bina Darma Saat Rektornya Berurusan dengan Hukum
-
5 Jurus Jitu Koperasi Merah Putih Bikin Pengrajin Songket Sumsel Go Digital
-
100 Hari Kerja Ratu Dewa-Prima Salam: Bangkitkan UMKM, Dorong Ekonomi Stabil
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Siapa Haji Halim Ali? Tokoh Sumsel yang Berpengaruh dan Perkaranya Sebelum Wafat
-
Top Up i.saku Kini Sat-Set Tanpa Ribet, Cukup Pakai Virtual Account Bank Sumsel Babel
-
Dobrak Kemiskinan dari Desa, Berikut Kontribusi Nyata BRI
-
Elpiji Subsidi Dioplos Jadi Elpiji 12 Kilogram di Palembang, Praktik Ilegal Terbongkar
-
5 Fakta Haji Halim Ali Meninggal Dunia, Terdakwa Kasus Tol Betung-Tempino