Komitmen atau Sanksi
Pemerintah menegaskan bahwa ini bukan ancaman, melainkan bentuk keseriusan negara dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana ekologis yang berulang setiap tahun.
“Kalau tahun ini mereka tidak siap dan terjadi kebakaran besar, maka bukan hanya izin yang akan kami cabut, tapi proses hukum juga kami dorong,” kata Hanif.
Ia juga menyerukan kepada masyarakat sipil, media, dan LSM lingkungan untuk aktif melakukan pemantauan. "Laporkan bila ada perusahaan yang tidak siaga. Kita tidak ingin Sumsel kembali menjadi langganan kabut asap.
Ia menambahkan bahwa langkah serius telah ditempuh pemerintah demi mencegah bencana ekologis berulang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
KLHK telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh pemegang izin konsesi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), termasuk ratusan perusahaan sawit di Sumatera Selatan.
Surat tersebut berisi permintaan tegas agar setiap perusahaan segera melaporkan kesiapan mereka dalam menangani potensi karhutla, baik dari segi personel, peralatan pemadam, hingga pendanaan operasional.
Namun, upaya ini tidak berhenti di atas kertas. Evaluasi langsung di lapangan akan digelar dalam waktu dekat dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten.
Pemerintah tidak akan tinggal diam jika menemukan ada perusahaan yang abai.
Baca Juga: Guru Olahraga SMKN 1 Lubuk Linggau Cabuli Belasan Muridnya, Kebusukan Terbongkar
Hanif menekankan bahwa negara tak segan menjatuhkan sanksi administratif, termasuk pencabutan izin, bahkan sanksi pidana bagi pihak-pihak yang terbukti lalai.
“Ini bukan sekadar gertakan. Kami ingin menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan hidup bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak. Bila masih ada yang bermain-main dengan tanggung jawab ini, maka mereka harus siap menanggung konsekuensinya,” ujar Hanif dengan nada serius.
Berita Terkait
-
Guru Olahraga SMKN 1 Lubuk Linggau Cabuli Belasan Muridnya, Kebusukan Terbongkar
-
Bank Sumsel Babel Raih Dua Penghargaan Nasional: Perkuat Posisi sebagai Motor Penggerak Ekonomi
-
Lintasan Tak Dijaga, Dua Remaja Tewas Usai Terobos Rel Babaranjang di OKU
-
Muba Dukung Legalisasi Sumur Rakyat, Tinggal Tunggu Restu Pemerintah Pusat
-
Bank Sumsel Babel Bagi-Bagi Hadiah di Digital Kito Galo, Buka Tabungan Dapat Sepeda
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel