Kecelakaan ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak, khususnya pengguna jalan yang kerap abai terhadap kendaraan darurat.
Meski ambulans sudah mengaktifkan sirine sebagai isyarat darurat, seringkali pengguna jalan lain tidak memberikan jalan atau bahkan membuat manuver berbahaya yang memperparah situasi.
Pihak RSUD Bayung Lencir melalui Daniel juga berharap masyarakat dan pengemudi kendaraan berat seperti truk tangki lebih peka terhadap keberadaan ambulans.
“Ambulans itu bukan kendaraan biasa. Mereka sedang membawa nyawa. Tolong beri ruang di jalan,” katanya.
Polisi setempat kini tengah melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan ini, termasuk memeriksa keterangan sopir truk tangki dan saksi mata di lokasi. Tidak menutup kemungkinan, proses hukum akan dilakukan jika ditemukan unsur kelalaian.
Kecelakaan ambulans di Musi Pahit menyisakan luka fisik dan emosional, baik bagi korban maupun publik yang menyaksikannya lewat media.
Peristiwa ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas, apalagi saat nyawa sedang dipertaruhkan dalam kendaraan darurat.
Tag
Berita Terkait
-
Pembangunan Gedung Baru Palembang Indah Mall Disoal: Tak Punya Dokumen Lingkungan?
-
Bank Sumsel Babel Gelar Developer Gathering: Teken Akad Kredit Massal
-
Gubernur Sumsel Akhirnya Setujui! 9 Sektor UMSP Sumsel Naik, Cek Daftar Lengkapnya
-
Harga Emas Perhiasan di Palembang Terjun Bebas, Segini Harganya Sekarang
-
Kredit Serbaguna Bank Sumsel Babel, Solusi Keuangan ASN dan P3K Tanpa Ribet
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
PTBA Perkuat Transformasi Digital dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDER SAP
-
Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?
-
Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan
-
Bupati PALI Asgianto Diperiksa KPK, Terungkap Daerahnya Gagal Raih WTP Selama 13 Tahun
-
Pulang Tengah Malam, Adinda Ditemukan Tewas di Jalan Gelap Kertapati, Motornya Hilang