Namun, melihat kondisi korban yang terus menurun dan luka tembak yang diderita cukup serius, pihak puskesmas memutuskan untuk segera merujuk korban ke Rumah Sakit Charitas guna mendapatkan perawatan intensif yang lebih lengkap.
"Sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk dilakukan pertolongan pertama, lalu dirujuk ke RS Charitas sebelum korban meninggal dunia," ujar Kapolsek Johan Safri dalam laporannya.
Sayangnya, meski telah dilakukan berbagai upaya medis, takdir berkata lain. Korban mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat desa yang masih tak percaya tragedi ini benar-benar terjadi.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat, tak hanya karena kekejamannya, tetapi juga karena menunjukkan betapa rapuhnya hubungan keluarga yang seharusnya menjadi benteng kasih sayang dan perlindungan.
Sementara itu, tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk meringkus pelaku yang tak lain adalah anak kandung korban sendiri.
Tim Shadow Wallet (SW) dari Satreskrim Polres OKU Timur bergerak cepat begitu menerima laporan terkait insiden penembakan tersebut.
Dengan sigap dan penuh kehati-hatian, tim berhasil mengamankan pelaku beserta sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan langsung dengan peristiwa tragis tersebut.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sepucuk senjata api rakitan jenis pistol yang digunakan pelaku untuk menembak ibunya.
Tak hanya itu, satu unit mesin DVR CCTV juga turut diamankan guna mendalami rekaman kejadian di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang kemungkinan dapat mengungkap lebih banyak fakta tentang kronologi insiden.
Selain itu, sehelai baju milik korban yang berlumuran darah turut dijadikan barang bukti penting dalam proses penyidikan.
Baca Juga: PPDS FK Unsri DisarankanTempuh Jalur Hukum Usai Ditendang Dokter RSMH
Semua barang bukti tersebut kini berada dalam penguasaan pihak berwajib untuk keperluan investigasi lanjutan. “Sepucuk senjata api rakitan jenis pistol, satu unit mesin DVR CCTV hingga sehelai baju milik korban juga diamankan,” ujar Kapolsek Johan Safri.
Proses hukum pun terus berjalan, sementara masyarakat Desa Bangun Rejo masih bergulat dengan kenyataan pahit bahwa seorang anak tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri hanya karena persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin.
Berita Terkait
-
PPDS FK Unsri DisarankanTempuh Jalur Hukum Usai Ditendang Dokter RSMH
-
Tergiur Untung Instan, Pria Palembang Rugi Rp 77 Juta karena Trading Fiktif
-
Sumsel Pakai Drone Tebar Benih, Kini Masuk 5 Besar Produksi Pangan Nasional
-
Fakta di Balik Pembatalan Kunjungan Prabowo Tinjau MBG Sekolah di Palembang
-
Prabowo: Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi