Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Sabtu, 05 April 2025 | 18:21 WIB
Warga Negara Asing asal Rusia di Palembang jadi korban curanmor,

SuaraSumsel.id - Tindak pidana pencurian kendaraan bermotor atau yang lazim disebut curanmor ternyata bukan hanya menjadi momok bagi warga lokal, tetapi juga menyasar warga negara asing (WNA) yang tinggal atau tengah menikmati liburan di Indonesia.

Fenomena ini mencerminkan betapa kejahatan jalanan masih menjadi tantangan serius bagi keamanan publik, termasuk di kota besar seperti Palembang.

Salah satu kejadian terbaru yang mencuat adalah nasib malang yang dialami Konstantin Bazrov, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berusia 33 tahun.

Ia menjadi korban curanmor saat tengah beristirahat di sebuah warung makan di Palembang.

Baca Juga: Sayang Dibuang! Ini Cara Benar Simpan Kue Basah Palembang Pasca Lebaran

Sepeda motor yang ia gunakan, raib dibawa kabur pelaku yang hingga kini masih diburu polisi.

Kejadian tersebut sontak menarik perhatian publik, mengingat dampaknya bukan hanya secara personal bagi korban, tetapi juga menimbulkan citra negatif terhadap keamanan di Kota Palembang yang dikenal sebagai kota kuliner dan budaya.

Merasa dirugikan, Konstantin pun melaporkan kejadian ini ke SPKT Polrestabes Palembang pada Kamis (3/4/2025), sebagai bentuk upaya mencari keadilan sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas.

Tak hanya kehilangan sepeda motor, nasib sial yang menimpa Konstantin Bazrov juga mencakup kerugian besar lainnya berupa barang-barang elektronik bernilai tinggi dan dokumen pribadi yang sangat penting.

Dalam kejadian yang mencoreng rasa aman Kota Palembang tersebut, WNA asal Rusia ini juga kehilangan satu unit kamera Go Pro 13+ dengan lensa Max Lens 2.0 dan memori tambahan 256 GB Flash, satu unit drone canggih DJI MINI 4 Pro, serta sebuah dompet yang berisi dokumen-dokumen pribadi miliknya.

Baca Juga: Ekspor Karet Sumsel Terancam Tarif AS, Pengusaha Desak Perundingan Dagang

Kerugian yang dialami bukan hanya dalam bentuk materi, melainkan juga menyangkut data pribadi dan kenangan digital yang kemungkinan tak tergantikan.

Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, membenarkan adanya laporan yang masuk dari korban pada Kamis lalu.

Ia menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius sesuai dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Kita telah menerima laporannya, tentang pencurian. Yang dicuri itu dari pengakuan pelapor, yakni satu unit sepeda motor, satu unit Kamera Go Pro 13+ Max Lens 2.0 + 256 GB Flash, satu unit Drone DJI MINI 4 Pro, dan satu buah dompet berisikan dokumen penting miliknya," ungkap AKBP Andrie saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/4/2025).

WNA Rusia di Palembang jadi korban curanmor

Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pelaku kriminal tak pandang bulu dalam memilih korban, dan menjadi peringatan keras bagi masyarakat serta aparat keamanan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, apalagi di lokasi-lokasi publik seperti warung makan yang sering dijadikan tempat singgah wisatawan. 

Setelah menerima laporan dari korban, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari piket Reskrim unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), unit Identifikasi, Satuan Intelijen, serta piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan langkah awal penanganan kasus, yaitu olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Proses olah TKP dilakukan guna mengumpulkan barang bukti serta petunjuk penting yang dapat mengarah pada pelaku pencurian.

“Kami sudah melakukan olah TKP, saat ini laporannya sedang dalam penyelidikan,” ujar Andrie.

Ia menegaskan bahwa semua upaya dilakukan untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh, termasuk memeriksa kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Respons cepat ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus yang tak hanya merugikan secara materi, tetapi juga berpotensi mencoreng citra keamanan kota di mata wisatawan mancanegara.

Penyelidikan intensif pun tengah berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan barang-barang milik korban dapat ditemukan kembali.
 

Load More