Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Sabtu, 05 April 2025 | 16:43 WIB
Ekspor karet Sumsel terancam tarif ekspor baru Amerika Serikat
Ekspor karet Sumsel terancam tarif ekspor baru Amerika Serikat

Namun, prospek cerah ini kini menghadapi tantangan serius menyusul kebijakan tarif impor baru yang diterapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Pasar global akan sangat sensitif terhadap harga, dan pembeli akan selalu mencari alternatif dengan harga lebih murah namun kualitas sebanding.

Kondisi ini bukan hanya mengancam target ekspor nasional, tetapi juga bisa berdampak domino pada seluruh rantai industri karet di dalam negeri, mulai dari pabrik pengolahan hingga petani kecil di pelosok daerah.

Oleh karena itu, Alex menegaskan pentingnya langkah cepat dan konkret dari pemerintah untuk melakukan perundingan dagang agar posisi Indonesia di pasar internasional tetap terlindungi.

Baca Juga: Anti Gagal! 5 Langkah Mudah Simpan Cuko Pempek Pasca Lebaran

Pemerintah hendaknya segera turun tangan, maka ekspor karet Indonesia, khususnya dari Sumsel, bisa terpukul berat dan kehilangan posisi strategis di pasar internasional.

Padahal, pada tahun 2024 lalu, ekspor karet dari Sumatera Selatan berhasil mencapai angka 740,624 ribu to yang mencerminkan kekuatan industri karet lokal.

GAPKINDO telah menargetkan ekspor tahun 2025 dapat menembus angka 800 ribu ton.

Namun, target ambisius ini berada di ujung tanduk jika hambatan tarif dari negara tujuan utama seperti Amerika Serikat tidak segera diatasi.

"Dengan tarif baru tentu saja membuat harga karet kita menjadi lebih mahal dan akan menjadi tantangan untuk kita. Kita berharap pemerintah mengadakan perundingan yang serius dengan AS untuk memcahkan persoalan ini,' ucapnya.

Baca Juga: Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?

Load More