SuaraSumsel.id - Menyambut tahun baru 2025 yang bertepatan dengan malam 1 Rajab 1446 H, Pemerintah Kota Pemkot mengimbau masjid dan mushalla mengadakan zikir bersama. Bertepatan dengan itu juga, menyambut malam tahun baru zikir bersama secara rutin digelar di Masjid Agung mulai pukul 21.00 pada Selasa malam (31/12/2024).
Pj Walikota Palembang Cheka Virgowansyah mengatakan, zikir bersama ini diharapkan diikuti oleh masyarakat Palembang sebagai wujud mendoakan keselamatan secara pribadi dan untuk Palembang umumnya.
Cheka mengatakan, zikir membentuk molekul yang sangat baik. Memberikan kebahagiaan dan ketenangan pada yang berzikir dan yang mendengarkan zikir tersebut.
“Ini sifatnya imbauan, harapannya dilakukan di semua masjid, kita lakukan koordinasi, agar dilakukan serentak, semoga ini terlaksana,” katanya.
Ketua Umum Masjid Agung Palembang, H Abdul Rozak atau akrab disapa Cek Rozak mengatakan setiap tahun sebenarnya digelar zikir saat malam tahun baru.
Namun baru tahun ini dipublikasikan ke media atau keluar agar semakin banyak masyarakat yang juga ikut berzikir dan berdoa. Menurutnya, zikir ini bukan menyambut tahun baru, namun sebagai penyeimbang dunia dan akhirat.
“Tahun baru dalam Islam itu 1 Muharram, tapi zikir malam tahun baru sebagai penutup tahun dan berdoa agar di tahun depan diberi keberkahan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” katanya.
Cek Rozak mengatakan, ustad yang akan memimpin zikir nantinya adalah ustadz internal atau pengurus masjid agung sendiri. Zikir akan digelar sekitar satu jam dari pukul 21.00-22.00 WIB dan setelah itu selesai.
Cek Rozak juga menghimbau agar masyarakat yang menunggu detik-detik malam pergantian tahun baru yang menunggu di sekitar Masjid Agung agar tetap memperhatikan kesopanan berpakaian.
Baca Juga: Lonjakan 53,5 Persen, Fakta Mengejutkan Kasus Kriminal Sumsel Sepanjang 2024
Jangan sampai berpakaian tidak sopan kemudian berada di sekitar masjid. Sebab petugas juga sebenarnya tidak bisa mengusir masyarakat yang menunggu detik malam pergantian tahun.
“Akan kita siagakan petugas keamanan yang patroli keliling memantau agar jangan ada yang berbuat tidak baik atau berpakaian tidak baik di sekitar masjid saat malam tahun baru,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, selain ada drone show, malam pergantian tahun baru juga akan diisi dengan zikir di Masjid Agung.
“Kita ingin adanya keseimbangan dunia dan akhirat jadi ada perayaan tahun baru untuk menggerak ekonomi, namun juga ada zikir untuk bekal akhirat,” kata Sulaiman
Berita Terkait
-
Inilah 5 Doa Terbaik Awali Tahun Baru 2025 dengan Penuh Berkah dan Sukses
-
Sering Didoakan! Ini Pengertian, Syarat, Doa dan Amalan Haji Mabrur
-
Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab Agar Kabulkan Segala Hajat
-
Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab, Kabulkan Segala Hajat
-
Doa Panjang Umur di Bulan Rajab: Penuh Keberkahan Hidup
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie Dinialdie?
-
KAI Divre III Palembang Salurkan TJSL Rp890 Juta, Perkuat Pembangunan Sosial di Sumsel
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?