SuaraSumsel.id - Sebanyak tujuh landmark sejarah Kota Palembang diusulkan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia untuk diterbitkan dalam prangko.
Ketujuh periode zaman landmark Kota Palembang meliputi tradisi Megalitik dataran tinggi Pasemah; Kerajaan Sriwijaya; Kerajaan Palembang; Kesultanan Palembang Darussalam; Kolonial (Era Penjajahan); Kemerdekaan; dan Mutahir/Mileneal (Digital dan Metaverse).
Hal tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) digelar Dinas Kebudayaan Kota Palembang tentang landmark Kota Palembang, bertema “Potret Sejarah dan Budaya Kota Palembang dalam Bingkai Prangko”, di Hotel Swarnadwipa, Palembang, Senin (14/10/2024).
Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kota Palembang, Ir M Affan Prapanca, M.T., IPM mengatakan Disbud Kota Palembang berkomitmen melestarikan seni budaya dan beberapa bangunan tua sebagai kekayaan sejarah serta budaya Kota Palembang dalam bentuk prangko.
"Prangko menjadi alat perekam sejarah bangsa dan daerah. Artinya secara sengaja atau tidak sebuah prangko mampu merekam sejarah peradaban manusia,"jelas M Affan Pralanca.
Dia pun menegaskan mencintai prangko berarti mencintai sejarah. Karena, setiap prangko hadir sesuai momentnya sendiri. Apalagi Disbud Kota Palembang menghadirkan prangko dalam tujuh sejarah/zaman yang terjadi di Kota Palembang.
"Jadi prangko yang diterbitkan nantinya menjadi pengingat catatan sejarah Kota Palembang dari zaman ke zaman. Tentunya tidak semua tahu perkembangan Kota Palembang dan prangko ini menjadi semangat para filateli di Kota Palembang,"katanya.
Dalam FGD Landmark Kota Palembang menghadirkan tiga narasumber yakni, Rahmat Asaat Hamid dari Pengurus Pusat Perhimpunan Filatelis Indonesia (PP-PFI), Kemas Ari Panji, M.Pd dari pemerhati sejarah Palembang, dan Eko D Prasetyo dari aktivis filatelis Palembang.
Pengurus Pusat Perhimpunan Filatelis Indonesia (PP-PFI), Rahmat Asaar Hamid menjelaskan sejarah prangko dan etiologi (asal-muasal) berdiri Perhimpunan Filatelis Indonesia (PDI).
Baca Juga: OJK: Literasi Keuangan Sebagai Benteng Melawan Jerat Pinjol Ilegal
"Arti penting prangko dan kegiatan filateli dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prangko sesungguhnya menyangkut juga identitas berdiri suatu negara. Prangko memang merupakan benda pos tetapi perannya berkaitan dengan jejak sejarah dan budaya suatu bangsa,”ujar Rahmat.
Dia menuturkan penerbitan prangko hampir selalu didasari tema pokok dan berseri. Ikon-ikon Kota Palembang dan Provinsi Sumsel, seperti Jembatan Ampera, Rumah Limas, Tari Gending Sriwijaya, Pakaian Adat, Makanan Khas, dan sebagainya sejak masa lalu telah kerap tampil sebagai tema dan seri prangko.
"Penerbitan prangko secara tidak langsung merupakan rekaman peristiwa atau sejarah, bahkan kebudayaan luhur suatu masyarakat dari seluruh Indonesia,"katanya.
Turut hadir dalam FGD secara web zooming Ketua Umum PP PFI Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. dan Kadisbud Palembang H. Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM.
Selain itu hadir langsung dalam FGD, Staf Ahli Pj Walikota Palembang H Rudi Indawan, SH. MKn Plt Asisten II, Kepala Bidang Dokumentasi dan Publikasi Budaya Hj. Vinita Citra Karini, SE., M.Si., Kepala Seksi Publikasi Budaya Triyoga Jati Purnomo, S.Sn, para pekerja seni, pemerhati budaya, pemerhati sejarah, dan kalangan filatelis di Palembang.
Dalam FGD berhasil menyepakati beberapa poin penting, salah satunya menyetujui mengusulkan landmark Kota Palembang menjadi suatu tema pokok penerbitan prangko kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Republik Indonesia di Jakarta.
Berita Terkait
-
OJK: Literasi Keuangan Sebagai Benteng Melawan Jerat Pinjol Ilegal
-
Ali Subri Terpilih Jadi Ketua DPRD Palembang, Ini Harapan Pj Wali Kota Damenta
-
Palembang Hapus Denda dan Beri Diskon PBB, Bikin Pendapatan Daerah Meningkat?
-
Penipuan Jual Beli Akun Game Online Palembang, Korban Rugi Belasan Jutaan Rupiah
-
Inovasi Terbaru! Bank Sumsel Babel Hadirkan Kemudahan Top Up Dompet Digital
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
51 Saksi Sudah Diperiksa, Mengapa Belum Ada Tersangka di Kasus Lampu Jalan Palembang?
-
Bank Sumsel Babel Muaradua Apresiasi Kajari OKU Selatan atas Penyelesaian Kredit Bermasalah
-
Sinergi Strategis Kilang Plaju dan BRIN Selamatkan Ikan Belida sebagai Warisan Hayati Nusantara
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI, Hadirkan Promo Kredit Kendaraan