SuaraSumsel.id - Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan KH Amiruddin Nahrawi meninggal dunia, Jumat (2/2/2024) pukul 00.30 di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta.
Mustasyar PWNU Sumsel Mal An Abdullah mengatakan, KH Amiruddin memang sudah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Jakarta. Namun ia tidak mengetahui lebih jauh penyakit yang di derita almarhum.
“Saya dengar beliau ke Jakarta cuci darah,” kata Abdullah dikutip dari Sumselupdate.com--jaringan Suara.com, Jumat (2/2/2024).
Rencananya jenazah Amiruddin tidak dimakamkan di Sumatera Selatan. Jenazah almarhum dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat setelah shalat Jumat.
“Beliau akan dimakamkan di Jakarta dan yang pasti jenazah tidak di bawa ke Palembang,” katanya.
Cak Amir lahir di Jawa Timur, 17 Oktober 1960, namun sudah berada di Sumsel sejak Tahun 1990an dikenal sebagai tokoh NU yang aktif menjaga kerukunan keagamaan di Sumsel.
Dia diminta untuk menjadikan NU sebagai etalase besar bagi semua paham, agama, ormas dan keberagaman yang ada di Sumsel.
Selain sebagai tokoh NU, Cak Amir juga pernah ditunjuk langsung oleh mantan Gubernur Sumsel, H Herman Deru menjadi Staf Khusus Gubernur Sumsel bidang Hubungan Antar Agama.
Tugasnya untuk selalu menjaga hubungan dan mengayomi dengan baik para tokoh lintas agama, paham dan pondok pesantren yang ada di Sumsel.
Baca Juga: Surya Paloh Orasi Demokrasi Dirusak Saat Kampanye Akbar di Palembang, Singgung Siapa?
Cak Amir merupakan santri alumni Pondok Pesantren Sukorejo Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.
Dia juga pernah mengeyam pendidikan di Pesantren Kasyfudduja Parse, Kecamatan Raas, Desa Brakas, Madura.
Dirinya juga seorang akademisi yang sebentar lagi mendapatkan gelar Doktor dari Jurusan Ilmu Tafsir Al-Qur’an Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ).
Tidak hanya sebagai tokoh agama, dalam karir perpolitikan, Cak Amir juga pernah menjadi anggota DPRD Kota Palembang dan Provinsi Sumsel.
Juga pernah diangkat menjadi ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Palembang, pada Tahun 1998-2000, kemudian pada tahun 2000 hingga 2005 juga menjabat sebagai Ketua PKB Sumsel Babel.
Hingga saat ini, dia juga tercatat sebagai Ketua IKA PMII untuk Tahun 2019-2024.
Berita Terkait
-
Surya Paloh Orasi Demokrasi Dirusak Saat Kampanye Akbar di Palembang, Singgung Siapa?
-
Sidang Gugatan Ayah Bayi Meninggal Usai Imunisasi, RS Bari Palembang Tak Hadir
-
Caleg DPRD Sumsel Tertipu Rp60,5 Juta oleh Mantan Anggota DPR, Iming-iming 5000 Suara
-
Kembalikan Lahan Basah Kami, Aksi Generasi Muda Sumsel untuk Masa Depan Lingkungan
-
Jalan Liwa-Krui Lumpuh Total, Ada Truk Terjebak di Material Longsor
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Dari Sawit hingga Mess Dibakar, Ini Kronologi Kerusuhan PT BCP Group Wilmar