SuaraSumsel.id - Masih ingat dengan pempek yang dijual dengan harga sampai ratusan ribu yang viral? Iya, pempek Kartini 10 yang berada di kawasan jembatan Mangga Besar yang mengarah ke arah Gunung Sari, Jakarta Barat.
Pempek legendaris di Mangga Besar ini tetiba viral setelah muncul di akun intagram milik penikmat sekaligus pejalan-jalan @deddykuliner.
Saat itu Deddy mendatangi toko pempek tersebut dengan menceritakan jika ia sudah pernah mendatangi toko pempek tersebut 20 tahun yang lalu. Itu kenapa ia menyebutnya sebagai toko pempek yang legendaris di kawasan tersebut.
Tidak hanya legendaris, Deddy pun mengungkapkan jika harga pempek tersebut juga mahal. Untuk kisara n pempeknya dijual dengan harga Rp15 ribu-Rp30 ribu per satu pempek.
"Ini hargannya Rp115 ribu", ujar Deddy memperlihatkan sejumlah pempek yang dibelinya yang berupa pempek kecil-kecil.
Sontak harga pempek Kartini 10 itu kemudian jadi perbincangan warga Palembang. Wong kito-sebutan untuk wong Palembang menilai jika di Palembang harga pempek masih ditemukan Rp1.000 per butir pempek.
Dengan membandingkan harga, warganet kemudian bertanya-tanya mengapa harga pempek di Kartini 10 sangat mahal, meski disampaikan jika rasa pempeknya memang lezat.
Di konten lanjutan, Deddy mengulik mengapa harga pempeknya mahal. Barulah terungkap jika harga pempek tersebut mahal karena disebabkan karena terbuat dari daging ikan tenggiri yang berkualitas nomor satu, alias premium.
Kualitas ikan segar yang memang dijaga buat kudapan agar terasa sangat nikmat dan lezat. Kekinian warganet makin paham, kenapa harga mahal.
Baca Juga: Anggota Polri di Sumsel Dilarang Berpolitik, Keluarga Boleh tapi...
"Campuran daging ikan dan tepungnya pun 50:50," ujar penjual pempek Kartini 10 yang diketahui jika bisnis berjualan pempek Palembang ialah usaha yang diturunkan dari ayahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tips Pempek Rebusan Ala Chef Ari Anca yang Tembus Pasar Jawa
-
Klasterisasi BRI Bikin Pempek Cek Ida 26 Ilir Palembang Makin Dikenal
-
Klaster Pempek 26 Ilir Binaan BRI Hidupkan Wisata Kuliner Digital di Palembang
-
Produksi Melonjak 17 Ton Per Hari, Perajin Pempek Alami Kekurangan Bahan Baku
-
Geliat Kampung Para Raden Hantarkan Pempek Serasa Makan di Warung Pempek Palembang
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
-
Belanja Makin Mahal? Emas hingga Harga Ayam Dorong Inflasi Sumsel Naik
-
Gerak Cepat, Respons Tepat: Kilang Plaju Perkuat Kesiapan Fire Brigade Hadapi Kondisi Darurat