SuaraSumsel.id - Riki Juliansyah (26), warga Hanoman Karang Raja 3 Kelurahan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, tewas di tangan mantan mertuanya sendiri.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (4/1/2024) sekitar pukul 21.00 di Jalan Kemayoran Kelurahan Pasar I Kecamatan Muaraenim Kabupaten Muaraenim.
Kapolres Muaraenim AKBP Jhoni Eka Putra mengatakan, peristiwa ini dipicu pelaku yang terpancing emosinya saat melihat pertengkaran antara korban dan anaknya.
"Pelaku, yang merupakan mantan ayah mertua korban, menusuk korban menggunakan pisau," ujar Jhon Eka Putra, Jumat (5/1/2024) dikutip dari Sumselupdate.com--jaringan Suara.com.
Jhon menerangkan, awalnya korban yang dalam keadaan mabuk, mendatangi rumah pelaku Sapri untuk bertemu anaknya.
Di tengah pertemuan, mantan istri korban melarang anaknya dibawa pada malam hari, menyuruh agar dibawa esok hari. Perbedaan pendapat ini memicu pertengkaran sengit antara korban dan mantan istrinya.
Pada puncak pertengkaran, mantan istri berhasil membawa anaknya ke dalam rumah, tetapi korban tetap mengejar.
Tanpa diduga, pelaku Sapri menusuk perut korban sebelah kiri menggunakan sebilah pisau yang telah disiapkannya. Korban kehabisan darah dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 23.50 WIB.
Anggota Satreksrim Polres Muaraenim merespon cepat setelah mendengar kejadian tersebut. Dalam kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diamankan.
Baca Juga: Pengakuan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Muba: Masih Rekan Korban
Menurut pengakuan Sapri, dia melakukan tindakan tersebut karena sudah tidak tahan melihat kelakuan mantan menantunya yang suka mabuk-mabukan dan sering mengancamnya. Kejadian setahun sebelumnya, anaknya bercerai karena tidak tahan lagi atas kelakuan korban.
Berita Terkait
-
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Muba: Masih Rekan Korban
-
BPBD Prabumulih Evakuasi Warga di 15 Kelurahan yang Jadi Korban Banjir
-
Oknum TNI dan Polri Diduga Serang Penjaga Malam di Muara Enim Karena Perkara Ini
-
Satu Keluarga di Muba Tewas Diduga Dirampok Karena Baru Jual Tanah Ratusan Juta
-
Calon Pengantin di Palembang Tewas di Tangan Mantan Suami Sang Kekasih, Ini Motifnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang