Tasmalinda
Senin, 01 Januari 2024 | 20:08 WIB
Ketua KONI Hendri Zainuddin diperiksa Kejati atas kasus korupsi ditubuh KONI Sumsel [ANTARA]

SuaraSumsel.id - Peristiwa-peristiwa penting terjadi di sepanjang 2023 di Sumatera Selatan (Sumsel). Selama setahun tersebut, peristiwa-peristiwa ini pun mempengaruhi kehidupan masyarakatnya.

Pantaslah sejumlah peristiwa ini menjadi rangkuman kaleidoskop sepanjang tahun 2023. Berikut kaleidoskop Sumsel yang dirangkum suarasumsel.id:

1. Korupsi Dana Hibah KONI Sumsel

Sepanjang tahun 2023, korupsi di tubuh lembaga yang mengurusi bidang keolahragaan menjadi perhatian publik. Korupsi telah menetapkan tiga orang tersangka yang salah satunya ialah mantan ketua umum (Ketum) KONI Sumsel, Hendri Zainuddin.

Dua tersangka lainnya, mantan seketaris umum KONI Suparman Roman dan Ketua Harian KONI Sumsel Ahmad Thahir. Keduanya telah melaksanakan sidang di Pengadilan Tipikor Palembang.

Dalam dakwaan keduanya diketahui dugaan korupsi di tubuh KONI Sumsel ini telah merugikan negara mencapai Rp3,4 miliar.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa disebutkan tidak mampu mempertanggungjawabkan dana hibah yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel atas pencarian deposito dan uang atas pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari APBD 2021.

Keduanya dikenakan pasal primair, yakni Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Baca Juga: Bagikan Deviden Rp 6 Miliar, PT Pulau Subur Bakal Bangun Pabrik Minyak Goreng di Sumsel

Pasal berlapisnya Kedua Pasal 9 Jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Stadion Jakabaring Palembang dipersiapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023. [ANTARA]

2. Batal jadi tuan rumah Piala Dunia

Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat telah kali batal menjadi tuan rumah even bergengsi dan internasional, Piala dunia.

Stadion Jakabaring Palembang dinyatakan batal menjadi tuan rumah yang mempertemukan timnas melawan Brunei Darussalam oleh PSSI.

Pembatalan karena Sumsel dinilai tidak memenuhi Salah satu syarat laga internasional ialah tidak adanya gangguan, seperti halnya udara yang buruk.

Catatan kegagalan menjadi tuan rumah menambah urutan kegagalan Sumsel yang pernah ditunjuk menjadi tuan rumah piala dunia u-23, namun perhelatan tersebut batal digelar di Indonesia.

Sumsel juga pernah diajukan menjadi tuan rumah piala dunia u-17, namun ajang tersebut ternyata hanya digelar di Pulau Jawa.

Kegagalan ketiga yakni menjamu playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang batal karena adanya kabut asap Sumsel.

3. Asap Karhutla yang berulang di Sumsel

Koalisi masyarakat sipil anti asap Provinsi Sumsel 2023 yang dibentuk sejak dimulainya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyebabkan bencana asap menyelimuti provinsi Sumsel sejak awal Juni 2023.

Koalisi ini, terdiri dari setidaknya 10 (sepuluh) organisasi masyarakat sipil di Sumsel yang memiliki konsen dan kepedulian terhadap penyelamatan lingkungan dan hutan, penegakan hukum dan hak asasi manusia(HAM), pelayanan dan pembiayaan publik di provinsi Sumsel.

Petugas dari Manggala Agni Daops Banyuasin menarik selang air untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (21/9/2023). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa]

Kejadian bencana asap sebagai akibat dari karhutla tahun 2023 yang seharusnya bsa dicegah karena sudah ada peringatan dari BMKG melalui siaran pers kepala BMKG, Dwikorita Karnawati tanggal 27 Maret 2023 akan terjadinya cuaca kering fenomena el-nino tahunan.

Aktivis dari HaKI (Hutan Kita Institute), Adiosyafri mengatakan bencana asap akibat karhutla 2023 ini memberikan refleksi jika bencana yang berulang dan membutuhkan upaya bersama nan serius.

"Koalisi ini merupakan advokasi lanjutan dan masukan kepada instansi terkait agar kejadian ini tidak terus terulang," ujarnya.

Sebaran Titik Panas (Hotspot) dan Lahan Terbakar di Sumsel

Koalasi 10 masyaarakat sipil mengeluarkan laporan pemantauan titik panas (hotspot) periode 1 Januari -30 November 2023 di provinsi Sumsel. Pematuan ini berasal dari pemantuan satelit Aqua-Tera/Modis yang telah ditemukan selama periode 1 Januari – 30 November 2023.

Hotspot diakumulasikan sepanajang waktu tersebut ialah 6.231 hotspot dengan sebagiannya atau sekitar 3.554 hotspot berada di lahan gambut.

Provinsi Sumsel menempati posisi ke-3 setelah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak 7.376 titik panas (hotspot) dan provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sebanyak 7.314 hotspot.

Dari jumlah titik api tersebut, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan kabupaten terparah di provinsi Sumsel dengan menyumbang 3.969 hotspot atau 63,7 persen.

Terparah ke-2 adalah kabupaten Musi Banyuasin dengan 59 hotspot atau 9,5 % yang kemudian disusul kabupaten Banyuasin dengan 349 titik atau 5,5% dan keempat baru kabupaten Ogan Ilir dengan 286 hotspot atau mencapai 4,6%.

Hotspot tersebut terjadi di konsesi perkebunan dan kehutanan yang terdeteksi mencapai 70,3% hotspot dari 2.086 hotspot dari total seluruh hotspot.

Sumsel dari hasil pemantuan citra satelit landsat-8 bulan Oktober & November 2023 oleh tim GIS Koalisi bahwa karhutla di provinsi Sumsel tahun 2023 telah menghanguskan 332.283 Hektar lahan.

Parahnya 175.063 Ha atau 53% nya berada di Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) dan juga 35,1%-nya (116.548 ha) berada di konsesi (perkebunan & kehutanan).

Adapun wilayah kabupaten/kota provinsi Sumsel sangat dominan terjadi di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencapai luasan 212.695 ha atau 64%.

Kabupaten Ogan Ilir (OI) mencapai luasan 38.009 ha atau 11,4%. Kabupaten Banyuasin seluas 36.828 ha atau 11,0% dan kabupaten OKU Timur seluas 11.818 ha atau 3,6 %.

Disusul Kabupaten Musi Banyuasin 10.964 ha atau 3,3% yang selebihnya kabupaten lain yakni Muratara, Muara Enim, PALI, OKU, MURA, dan Lahat.

Karhutla terulang lagi pada tahun 2023 ini telah menjadi kejadian yang memprihatinkan.

"Bukan hanya karena tingkat keparahannya namun karena banyak terjadi di lokasi yang sama pada kebakaran tahun 2015, 2019 dan 2023 termasuk kebakaran yang terjadi dalam izin konsesi perkebunan dan kehutanan," ujar perwakilan aktivis HaKI, Adios Syafitri.

Karhutla yang berulang patut menimbulkan tanda tanya besar terkait perencanaan dan penanggulangan dan penegakan hukum.

Alokasi anggaran yang besar untuk pencegahan dan pengendalian-nya namun dengan hasil yang tidak signifikan juga patut untuk menjadi perhatian dan evaluasi

Karhutla 2023 berulang dari kejadian Karhutla 2015 adalah mencapai luasan 144.964 Ha (44% dari kejadian Karhutla 2023 yang sangat dominan di kabupaten OKI dengan luasan 104.308 Ha yakni gambut/KHG seluas 65.475 Ha dan Konsesi perkebunan&kehutanan seluas 46.379 Ha.

Begitu juga dengan kondisi Karhutla 2023 berulang dari kejadian Karhutla 2019 mencapai luasan 81.583 Ha (25% yang juga sangat dominanterjadi di kabupaten OKI dengan luasan 48.721 Ha yakni Gambut/KHG seluas 31.407Ha, dan Konsesi Perkebunan & Kehutanan mencapai luasan 16.342 Ha).

Kejadian berulang ini, sangat mengindikasikan kegagalan bagi instansi terkait dan pemegang konsesi izin kehutanan dan perkebunan dalam mencegah Karhutla di tahun 2023 ini karena tidak pernah belajar dari kejadian sebelumnya.

Terdapat konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan lokasi yang sama terbakar berulang ini, misalnya: Konsesi HTI SMF Group yang indikasi total terbakar tahun 2023 mencapai luasan +- 29.148 Ha (berulang di lokasi yangsama di tahun 2015 mencapai luasan +- 18.948 Ha, dan berulang di lokasi yang sama di tahun 2019 seluas +- 7.435 ha)

Ada juga di konsesi HTI PTPML yang indikasi terbakar di tahun 2023 mencapai luasan +- 6.470 Ha nan berulang di lokasi yang sama di tahun 2015 seluas +- 4.790 Ha dan berulang di lokasi yang sama di tahun 2019 seluas 2.113 Ha).

Petugas Manggala Agni Daops Banyuasin memberikan kode saat berupaya memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (21/9/2023). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa]

Begitu juga dengan konsesi Perkebunan, terdapat lokasi yang sama terbakar berulang, misalnya PT WAJ yang terindikasi terbakar di tahun 2023 mencapai luasan +- 10.242 Ha (berulang di lokasi yang sama di tahun 2015 dengan luasan +- 6.058 Ha dan berulang di lokasi yang sama di tahun 2019 seluas 435 Ha)

PT BSS dengan luasan indikasi terbakar di tahun 2023 adalah 2.099 Ha (berulang di lokasi yang sama ditahun 2015 dengan luasan +- 1.146Ha, dan berulang di lokasi yang sama ditahun 2019 yang luasannya +- 1.402ha).

Berdasarkan kajian terkait Karhutla dan hasil pemantauan oleh tim Koalisi di lapangan sepanjang tahun 2023 bahwa terjadinya Karhutla disebabkan oleh faktor manusia sebagai sumber api baik disengaja maupun tidak disengaja (kelalaian) dan didukung oleh kondisi lahan yang sangat rawan/rentan terbakar (areal/lahan semak belukar yang kering dan juga lahan gambut kering kerontang yang memiliki tata kelola air yang buruk).

Load More