Tasmalinda
Sabtu, 09 Desember 2023 | 22:17 WIB
BRImo dikenalkan di stand Sriwijaya Expo di Palembang, Sumsel [Suara.com/Tasmalinda]

"Sempat beli kopi di kedai coffe Agam di lantai 3, juga pakai QRIS, padahal pembelian kopinya hanya Rp15.000 an. Artinya sudah sangat tidak masalah lagi, dalam pembelian nominal berapa pun," ucapnya.

Pengenalan QRIS di sejumlah kawasan publik seperti halnya pasar tradisional, juga dilakukan BRI pada sejumlah kawasan wisata di Palembang.

Hanya berjarak belasan kilometer dari pasar tradisional 16 Ilir Palembang, BRI kembali menyisir kawasan pusat wisata kuliner kota Palembang.

Pusat kuliner kota Palembang ini pun sudah melengkapi diri dengan digitalisasi BRI. Sejumlah layanan dapat dirasakan pengunjung baik pembeli maupun wisatawan di Palembang. Sejumlah warung makan, kedai lauk, kedai kopi sampai warung apung pun sudah menggunakan QRIS BRI.

Baca Juga: Achmad Yakub: Cegah Karhutlabun Butuh Kolaborasi Melibatkan Petani di Sumsel

Jika tidak ada layanan QRIS, pedagang pun menyampaikan pilihan untuk menggunakan aplikasi BRImo.

Secara tidak langsung, pedagang pun membiasanya pembeli agar berdigital dalam pembayaran. "Bahkan membeli sebotol minuman mineral juga bisa pakai QRIS," kata Mbok Ya , penjual pindang di pusat kuliner wisata tersebut.

Pelaku UMKM kuliner tradisional Palembang ini mengakui sudah setahun terakhir mengenalkan produk perbankan BRI di warungnya.

Pengenalan ini pun mendapatkan pelatihan dari BRI. "Sebelumnya pernah ada aplikasi dompet digital juga menawarkan programnya, tapi BRI ternyata lebih ringkas, juga ada pendampingan terhadap UMKM. Programnya juga sepaket dnegan kebutuhan pedagang," aku Mbok Ya.

Pengusaha asli Komering ini pun mengakui jika ditawarkan pembiayaan bagi unit usaha kecil dari BRI.

Baca Juga: Sumsel Ekspor Puluhan Ribu Kilogram Paha Kodok Senilai Rp2,3 Miliar ke Prancis

"Sejak toko pakai QRIS BRI, saya pakai aplikasi BRImo," akunya.

Load More