SuaraSumsel.id - Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) mengimbau masyarakat di daerah itu menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai peruntukan mengingat terjadinya kepadatan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan kepadatan di beberapa stasiun penyalur yang disebabkan mobilitas masyarakat yang meningkat khususnya menjelang akhir tahun 2023.
"Kami terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan seluruh kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik," ujarnya.
Pertamina mencatat hingga saat ini telah menyalurkan BBM jenis Bio Solar di wilayah Sumatera Selatan mencapai lebih dari 568 Kilo Liter (KL), sedangkan BBM jenis Pertalite mencapai lebih dari 745 ribu KL.
Pertamina menyediakan berbagai jenis BBM berkualitas seperti Pertamax dan Pertamax Turbo untuk gasoline serta Pertamina Dex dan Dexlite untuk gasoil, sebagai alternatif produk.
Pada periode 1 Desember 2023, Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian turun harga untuk Pertamax Series dan Dex Series.
Untuk harga produk jenis gasoline Pertamax disesuaikan menjadi Rp 13.950 dan Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp 15.700 per liter.
Untuk jenis gasoil Dexlite (CN 51) disesuaikan menjadi Rp 15.900 per liter dan Pertamina Dex disesuaikan menjadi Rp 16.550 per liter.
Harga tersebut berlaku untuk propinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen seperti di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung dan Bangka Belitung.
Baca Juga: Pemilihan Ketua KONI Sumsel Memanas, Berujung Aklamasi: Yulian Gunhar Terpilih
Pada wilayah Bengkulu, untuk produk jenis gasoline Pertamax disesuaikan menjadi Rp 14.250 dan Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp 16.050 per liter. Lalu, untuk jenis gasoil Dexlite disesuaikan menjadi Rp 16.200 per liter dan Pertamina Dex disesuaikan menjadi Rp 16.900 per liter.
“Harga ini berlaku untuk propinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 10 persen,” jelasnya.
Nikho mengatakan harga tersebut sudah sesuai dengan formula penetapan harga sesuai Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.
“Sesuai dengan tren fluktuasi harga minyak dunia MOPS atau Argus dan mengacu pada formulasi harga sesuai Kepmen ESDM, maka perubahan berkala harga BBM non subsidi akan selalu terjadi. Komitmen kami adalah memastikan harga BBM non subsidi Pertamina ini kompetitif, dan transparan bagi konsumen. Masyarakat menjadi terbiasa dengan penyesuaian harga BBM Non Subsidi secara berkala,” katanya [ANTARA]
Berita Terkait
-
Kunjungan ke Palembang Makin Meningkat, Tahun Ini Melebihi 1,5 Juta Wisatawan
-
Diduga Ingin Batalkan, Calon Pengantin di Palembang Kabur Sepekan Sebelum Menikah
-
Harga CPO Sawit Membaik di Akhir Tahun 2023
-
5 Konser Musik Digelar di Akhir Tahun 2023 di Palembang, Berikut Daftar Artisnya
-
Cerita Wanita di Palembang Menghilang Sepekan Akan Menikah, Sempat Dijemput Pacar
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap