SuaraSumsel.id - Pertumbuhan dan perkembangan film-film dengan nuasa sekaligus membawa muatan kelokalan makin memperlihatkan trend positif kekinian. Setidaknya begitu juga yang diharapkan terjadi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Hal ini yang disampaikan Executive Director JAFF, Ajish Dibyo saat roadshow yang digelar Bioskop Online dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival di Palembang akhir pekan lalu.
Produser Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2021 ini mengungkapkan jika Kota Palembang terpilih karena makin berkembangnya kualitas dan kuantias yang dihasilkan masyarakat filmnya.
"Saya melihat antusias masyarakat film, bincang dan karya-karya yang semakin tumbuh. Sejumlah film dari sini (Palembang) juga sudah makin mendapatkan apresiasi," ucapnya kepada Suara.com, Sabtu (28/10/2023)
Selain itu, JAFF sendiri memang memilih kota yang belum pernah diselenggarakan kegiatan serupa sebelumnya. Hal ini sebagai bagian mengembangkan jaringan.
"Ini ruang dalam membangun jaringan. Harus diakui, kekuatan kita ialah jaringan. Supaya bisa saling kenal, dan makin memperluas komunitas serta masyarakat filmnya," ucap Ajish.
Menurut Ajish, film Indonesia termasuk film-film yang dihasilkan dengan nuansa dan muatan kelokalan makin diterima saat ini.
Film sendiri merupakan karya dengan kebutuhan sumber daya yang besar. Selain itu, sangat penting menghasilkan produk film yang bagus dan variatif. "Dengan modal yang tidak kecil, maka perlu dukungan banyak pihak, termasuk Pemerintah dalam strategi promosi. Tahun ini sudah bagus, di Festival Bussan belum lama ini membuktikan itu (film Indonesia di kancah film Asia)," sambungnya.
Dia juga mengungkapkan film Asia makin berkembang termasuk dari Indonesia. Namun memang di Asia punya karakter tersendiri, seperti halnya Korea Selatan, Bollywood India dan Indonesia.
Baca Juga: Kunker Jokowi ke Sumsel, Jalan Tol Palindra Indralaya Ditutup 12 Jam Besok
Bedanya, jika di Korsel, kekuatan negara (Pemerintah) sangat besar membentuk budaya tersebut. Sementara di India, adanya kultur film yang sudah lebih lama terbentuk.
Di India dengan jumlah bioskop yang besar. Seperti halnya keberadaan rumah ibadah masjid di Indonesia, bioskop hadir menampilkan budaya perfilman yang masif bagi masyarakatnya.
"Di sana, bioskop seperti masjid, banyak dan mudah ditemui, itu juga membentuk karakter budaya masyarakat filmnya," ucap Ajish.
Sementara di Indonesia memang perlu didorong 'perlakukan'yang sama.
Meski kekinian, upaya tersebut terus dilakukan. "Butuh misalnya di daerah, alokasi film-film lokal, dokumenter dari APBD/APBN yang juga memadai. Mencontoh Yogyakarta yang mengalokasikan Rp2 miliar pertahun untuk hal ini. Apalagi di Yogya kulture filmnya juga sudah terbentuk lebih lama, JAFF (kami) memulainya sudah 18 tahun yang lalu. Sama awalnya, hanya berupa komunitas kecil, bahkan panitia jadi penonton juga dulunya," ujar Ajish menjelaskan.
Di Palembang sendiri punya sejarah jumlah bioskop dan masyarakat penikmat filmnya tinggi. Karena itu, kata Ajish, banyak juga contoh film lokal yang kekinian bisa menjadi project keberhasilan guna mengangkat muatan atau nuansa lokal.
Tag
Berita Terkait
-
Cerita 14 Pasang Calon Pengantin Tertipu WO Terkenal, Rugi Sampai Rp 1,3 Miliar
-
1,2 Ton Pertalite Dan Solar di Musi Rawas Diamankan, Modus Ditimbun Dengan Antre di SPBU
-
Nahas, Remaja Lagi Santai di Lorong Tetiba Dikroyok OTD Sampai Tangan Nyaris Putus
-
5 Fakta Kebakaran Hutan Kota Punti Kayu Palembang: Penyebabnya Masih Misteri
-
Berbuah Manis, SMK Ini Perlu Mobil Hybrid untuk Praktik Siswa dan Presiden RI Lontarkan: Pilih yang Mana?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Saat HUT ke 80 Sumsel, Herman Deru Temui Massa Mahasiswa yang Demo Soal Transparansi Anggaran
-
Cara Melapor Jika Ada Pungli atau Titipan Saat SPMB 2026 di Palembang, Disdik Buka Kanal Pengaduan
-
Kampung Tua di Palembang yang Pernah Disinggahi Bung Karno Kini Jadi Lokasi Festival Kopi
-
Di Tengah Dinamika Gugatan terhadap Media di Sumsel, AJI Palembang Tekankan Pemahaman Sengketa Pers
-
5 Sepatu Lari yang Paling Nyaman Dipakai di Aspal Palembang, Bikin Kaki Nggak Cepat Pegal