Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Senin, 29 Mei 2023 | 17:35 WIB
Suami di Sumsel curhat istri dan bayi meninggal karena bidan puskesmas lamban merujuk ke RS

SuaraSumsel.id - Seorang suami di Sumatera Selatan (Sumsel) tepatnya di kabupaten Muratara, menceritakan bagaimana ia kehilangan istri dan bayi yang tewas akibat penanganan bidan puskesmas yang lamban.

Sang suami yang menceritakan kejadian yang dialami pada sebuah lama akun Facebook bernama Lika Sentosa. Curahan hati atau curhat suami ini pun kemudian viral dengan banyak komentar menyoroti soal layanan kesehatan di Sumsel.

Suami curhat bagaimana ia harus kehilangan istri dan anak karena bidan yang lamban menangani kelahiran tersebut.

Awalnya suami menceritakan jika kejadiannya terjadi pada awal bulan Mei ini, tepatnya 9 Mei 2023. Sementara nama istri, ialah Tika yang ingin melahirkan di Puskesmas Pauh.

Baca Juga: Produsen Kendaraan Tambang Asal Tiongkok Bidik Sumsel

Dia masuk ke puskesmas tersebut telah pukul 10.00 wib malam hari. Menjelang malam, air ketuban sang istri sudah pecah namun belum juga lahiran.

Sejam kemudian, tepat jam 3 juga belum lahir. Setelah jam 3, bidan memberitahukan jika ia ingin tidur terlebih dahulu. Di saat itulah kekecewaan mulai muncul.

Kejadian malam selasa tangal 9 mei 2023
Tika/istri awak nak melahirka
Masuk puskesmas pauh jam 10 lewat
Jam 1 setenga lewat Istri awak pecah air ketuban, sampai jam 2 belum jugo lahir,
jam 3 belum jugo lahir.
Jam 3 lewat bidan ngomong dio nak tido dulu (jam 3 lewat bidan ngomong dia mau tidur terlebih dahulu).

Dia melanjutkan curahan hati tersebut dengan mengungkapkan jika istri dibiarkan, tidak didampingi oleh perawat di ruang persalinan. Baik bidan dan perawat sama-sama memilih tidur.

Istri awak di di biarkan, dakte perawat di ruang persalinan Bidan sama perawat tidur. (istri saya dibiarkan dengan tidak ada perawat)

Baca Juga: Lagi-lagi Karena Jalan Rusak di Sumsel, Seorang Ibu Digendong Melintasi Jalan Berlumpur

Suami kemudian marah dan perawat malah mengambil kebijakan yang lebih aneh.

Load More