SuaraSumsel.id - Proyeksi resesi ekonomi pada 2023 hendaknya dihadapi dengan tindakan kreatif secara bersama-sama, berjejaring dan berkolaborasi satu dengan lainnya. Hal ini yang menjadi penekanan Presiden Komunitas Tangan Di Atas (TDA) 7.0 Ibrahim M Befagih saat hadir sekaligus membuka pesta wirausaha Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (12/11/2022).
Dalam sambutan pembukaan Pesta Wirausaha, Ibrahim mengungkapkan kontribusi pelaku wirausaha dalam Produk Nasional Bruto (PNB) cukup tinggi. Sebagai pelaku kegiatan ekonomi yang terus bertambah dan berkembang, peran wirausaha hendaknya juga terus tumbuh di daerah.
“Resesi menjadi momentum saling menguatkan. Karena pengalamannya, resesi akan menghasilkan para pelaku usaha yang survive dengan terbiasa menghadapi gejolak,” ujarnya.
Dia ingin menekankan, ancaman resesi yang kian dibicarakan hendaknya dijadikan semacam proses belajar agar makin banyak ide-ide kreatif pelaku usaha muncul. “Selain itu, juga menguatkan kolaborasi satu dengan lainnya. Hal ini hendaknya tumbuh di daerah, seperti di Sumsel dan sekitarnya saat ini,” ujarnya.
Sehingga resesi tidak hanya dianggap sebagai ancaman, namun juga sebagai tantangan agar makin berjejaring.
Ibrahim pun berharap makin banyak wirausaha di Sumsel mempersiapkan diri, bersinergi dan berkolaborasi satu dengan lainnya. Hal ini yang sebenarnya ingin sering dilakukan TDA ke depan.
“Tidak hanya di Palembang, Sumsel. Pesta wirausaha yang digelar di sejumlah kota-kota besar lainnya, yang nantinya bakal ada puncaknya digelar secara nasional,” ujar ia.
Pelaksanaan pesta wirausaha Palembang yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan banyak mentor berbagi pengalaman merintis usaha, mulai dari Coach Apran Abdi Founder SIT Fathona, Coach Rofiq Founder SIT Kholifa Annizam, Kang Anan Founder Bubur ayam Joli, Yoki Firmansyah Founder Kaos Nyenyes, Fico Maulana Digital Marketer, Ardiansyah Founder Mybakeri, Coach Saefullah founder Saefull consulting.
Ketua TDA Palembang, Asep Somanhudi mengungkapkan pesta wirausaha yang berlangsung secara dua hari diikuti oleh peserta dari Palembang, luar Sumsel dan dari Pulau Jawa. Kegiatan ini merupakan kedua kalinya yang dilaksanakan oleh pengurus TDA Palembang.
Baca Juga: Tambang Batu Bara Ilegal di Lahat Sumsel Ditertibkan, Modus Operasinya Begini
“Banyak pengalaman dan ilmu yang dibagikan, di pesta wirausaha ini pun kita saling berjejaring dan memperluas silaturahmi usaha. Harapan utama, ekonomi wirausaha kian tumbuh, meski ada kekhawatiran resesi. Seperti tagline acara ini, bangkit pasca pandemi dengan siap menghadapi resesi,” kata Asep.
Tag
Berita Terkait
-
Dilengkapi Dua Lift, Revitalisasi Jembatan Ampera Palembang Telan Dana Rp 27 Miliar
-
Tambang Batu Bara Ilegal di Lahat Sumsel Ditertibkan, Modus Operasinya Begini
-
Warga Sumsel Diingatkan Potensi Bencana Banjir Dan Longsor, Curah Hujan Meningkat
-
Sungai Musi Alami Pendangkalan 13 Km di Pesisir, Kapal-Kapal Besar Sulit Bersandar
-
Pabrik Miras Mansion House Oplosan di Sumsel Digerebek, Beromzet Ratusan Juta
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Terkini
-
Gangguan Listrik Bikin Air PDAM Palembang Mati Sementara, Ini Wilayah yang Terdampak
-
5 Alasan Foundation Terlihat Berminyak dan Cara Agar Makeup Tampak Glowing
-
Harga Emas Nyaris Rp17 Juta per Suku, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Palembang
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
Pupuk Subsidi Dijarah, Polisi Bongkar Dugaan Penyelundupan di Palembang