SuaraSumsel.id - Sosok dukun yang kemudian ramai dikenal sebagai pesulap hijau dilaporkan ke polisi karena setubuhi pasiennya dengan modus pengobatan. Belakangan diketahui jika pesulap hijau ini dilaporkan di Aceh.
Dia dilaporkan ke polisi lantaran pengobatan, telah melakukan tindakan pelecehan seksual, bahkan memperkosa pasiennya.
Dia dijuluki sebagai Pesulap Hijau karena sering mengenakan pakaian serba hijau. Belum diketahui, dukun berinisial BT mendapat julukan tersebut lantaran viralnya Pesulap Merah di kalangan masyarakat Indonesia.
Kasubbag Humas Polres Pidie, AKP Anwar mengakui adanya laporan warga terhadap perilaku dukun BT.
“Betul. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Pidie,” sebut Anwar dilihat terkini.id dalam unggahan akun Instagram warungjurnalis pada Jumat 7 Oktober 2022.
Anwar tidak menjelaskan lebih detail soal pelaporan itu. Dia hanya mengatakan pelapor hanya satu orang.
“Ada lima saksi yang sudah dimintai keterangan, termasuk pelapor. Pelapor satu orang,” jawabnya singkat.
Melansir terkini.id-jaringan Suara.com, Staf Operasional Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Farah, menyampaikan pihaknya saat ini telah melakukan pendampingan kepada lima perempuan korban dukun cabul.
“Kita sudah membuat laporan ke polisi. Sebenarnya ada puluhan korban, tetapi yang berani melaporkan baru lima. Korban ini, sudah dari 2021 hingga Agustus 2022,” jelas Farah.
Baca Juga: Mantan Kasat Reskrim OKU Sumsel Jadi Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
Farah mengatakan berdasarkan pengakuan korban, pesulap hijau membuka tempat praktik pengobatan alternatif.
BT dipercaya mempunyai ilmu sakti sehingga banyak warga penasaran mau berobat.
“Jadi, dia membuka jasa pengobatan alternatif. Sebenarnya, praktiknya ini sudah berlangsung selama sekitar 5 tahun,” terang dia.
Salah satu korban yang saat ini telah didampingi LBH Banda Aceh, bercerita awal mula dia bertemu pesulap hijau ketika berkunjung ke rumah saudaranya.
Berita Terkait
-
Biadab! Mengaku Wali Allah, Ini Tampang Pesulap Hijau yang Cabuli Ibu Muda di Pidie
-
Partai Darul Aceh Janji Berikan Suara untuk Partai Pendukung Anies Baswedan
-
Telkomsel Hadirkan Paket Spesial 5GB Rp 10 untuk Pelanggan
-
Lansia di Pidie Jaya Gantung Diri di Pohon Rambutan
-
12 Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab Aceh Utara Tetapkan Status Darurat
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?