“Kalau mereka keluar dari semak-semak itu otomatis targetnya kaget, secara psikologis ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu si target membanting kendaraan atau korban menjadi gugup panik takut sehingga memberhentikan kendaraannya. Nah situasi inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk merampas semua harta benda milik korban,” jelasnya.
Selain itu, dirinya menjabarkan bahwa kejadian yang terjadi pada pukul 7 pagi tersebut secara rasional jam tersebut adalah jam-jam kebiasaan masyarakat dimana mereka baru memulai melakukan aktivitas.
“Secara rasional pasti ada orang yang lewat, orang itu pasti akan cuek karena keburu waktu jadi mengejar waktu jadi tidak ada antisipasi dalam diri. Kejahatan ini kan terjadi karena ada cela dan ada niat dari pelaku, jadi mau jam 7 mau jam 10 potensi itu tetap ada,” tegasnya.
Dengan terjadinya kasus perampokan tersebut harusnya menjadi titik balik untuk semua pihak agar mulai berbenah.
Baca Juga: Polda Sumsel: Identitas 7 Pelaku Perampokan di Jalinsum Sumsel Sudah Dikantongi
“Aparat penegak hukum bisa melakukan dua hal, yaitu tindakan preventif yaitu pencegahan dengan melakukan swiping di sekitar lokasi yang rawan terjadinya perampokan, semak belukar yang ada disekitar Jalinsum itu di pangkas sehingga orang yang lewat bisa segera mengetahui kalau ada gerak gerik mencurigakan. Kemudian melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa saja hal yang tidak boleh dilakukan meski kondisi ekonomi sedang kesulitan, lalu represif atau dengan tindakan menggunakan sarana pidana melakukan treatmen pada pelaku memberikan hukuman yang tegas agar ada efek jera dan efek domino. Karena lemahnya aparat kita ini adalah baru bertindak setelah ada laporan,” tutupnya.
Kontributor: Siti Umnah.
Berita Terkait
-
Kasus Bikin Konten Rendang Hilang, Polisi Periksa Pelapor Willie Salim
-
Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
-
Gercep Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Herman Deru Cek Jalur Tol Alternatif Palembang-Betung
-
Jejak Pendidikan Umi Hartati: Sarjana Ekonomi hingga Ketua Komisi yang Ditahan KPK
-
Dijerat OTT KPK, Ini Daftar Kekayaan Miliaran Umi Hartati yang Jadi Sorotan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR