SuaraSumsel.id - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi menyatakan pembangunan jalan tol Jambi-Rengat (Riau) saat ini terus berjalan meski ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Kepala BPJN Jambi Bosar Pasaribu mengatakan salah satu kendala dalam pembangunan jalan tol tersebut yakni adanya proyeksi jalan sepanjang 25-28 kilometer yang ternyata masuk ke dalam wilayah hutan produksi yang saat ini dikelola oleh perusahaan PT WKS.
"Pembebasan lahan hutan produksi ini diperkirakan akan menyita waktu karena harus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya," katanya.
Masalah pembebasan lahan karena terdapat peta wilayah untuk proyek yang masuk daerah Jambi, tetapi tim pembebasan lahan masuk di Riau.
Untuk masalah pembebasan lahan, ia mengakui hanya persoalan miskomunikasi yang bisa diselesaikan dalam waktu dekat, termasuk juga adanya upaya komunikasi untuk menyelesaikan lahan yang masuk wilayah hutan produksi.
Dengan perkiraan tahap penyelesaian tersebut, ia menargetkan jalan tol Jambi-Rengat sepanjang 198 kilometer ini bisa selesai pada 2024.
Dalam kesempatan ini, ia memastikan ruas jalan tol batas Sumatera Selatan (Sumsel) sampai ke Tempino (Jambi) nantinya juga menjadi prioritas pembangunan tol Trans Sumatera.
Ruas tol dari batas Sumsel mulai dari Sungai Landai sampai Tempino, Kabupaten Muaro Jambi itu, menjadi salah satu program prioritas yang menjadi fokus untuk diselesaikan oleh pemerintah.
"Beberapa bulan ke depan sudah bisa tender sehingga pada semester pertama 2023 sudah masuk pada pekerjaan jalan konstruksi fisik dan pada 2024 sudah selesainya batas Sumsel -Tempino (Jambi) dan sudah bisa digunakan," kata Bosar.
Baca Juga: Jadwal Dan Jam Operasional LRT Sumsel Ditambah Mulai Hari Ini, Begini Perubahannya
Pembebasan lahan untuk proyek jalan tol sepanjang 15,4 kilometer, yang diperkirakan memakan biaya sebesar Rp2 triliun ini, akan selesai pada akhir 2022.
Untuk pembebasan lahan yang berada di Sungai Landai hingga Tempino (Pondok Meja) terdapat beberapa tahap penyelesaian, seperti inventarisasi oleh BPN, setelah itu dilakukan penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yang dilanjutkan dengan musyawarah.
"Kalau musyawarah ini, tanah warga yang terkena jalan tol, bisa diganti tanah di tempat lain dengan harga yang sama, dan bisa juga langsung dibayarkan dengan uang," kata Bosar.
Proses pembebasan lahan ini sudah mencapai 75 persen inventarisasi serta 19 persen penilaian dari KJPP. Namun untuk lahan di wilayah Pondok Meja masih dalam proses inventarisasi.
Total jalan dari Tempino (Jambi) hingga Palembang (Sumsel) sepanjang 250 kilometer bisa ditempuh dalam empat jam perjalanan Jambi-Palembang dan sebaliknya.
Berita Terkait
-
Gudang Simpan 8.040 Liter Solar Subsidi di Jambi Digeberek, Polisi Buru Pemilik
-
Sandiaga Harapkan Pelaku Ekraf di Jambi Berorientasi Pasar Global
-
Minibus Bertangki Modifikasi Terbakar saat Isi Pertalite di SPBU Mini Jambi
-
Jalan Nasional Merangin-Kerinci Longsor, Arus Lalu Lintas Masih Buka Tutup
-
Melihat Benteng Pertahanan Peninggalan Belanda di Muara Tembesi yang Terbengkalai
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bakar Rumah Mantan Mertua di PALI, Ayu Nyaris Diamuk Warga Usai Menyerahkan Diri
-
Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan